Seminggu ke belakang, pasar kripto secara keseluruhan menunjukkan rally yang stabil dengan sedikit volatilitas, di mana Bitcoin (BTC) dan aset utama lainnya mengalami kenaikan yang signifikan meskipun ada tekanan dari faktor makro dan regulasi. Total kapitalisasi pasar kripto berada di sekitar $3,2-3,3 triliun USD, dengan dominasi BTC sekitar 57-60%. Sentimen pasar beralih dari “Fear” ke “Normal” (indeks Fear & Greed berada di 49 per penulisan artikel ini), didorong oleh inflow ETF dan adopsi institusional, tetapi dibatasi oleh ketidakpastian geopolitik dan regulasi.
Secara keseluruhan, sentimen pasar mengindikasikan pasar sedang berkonsolidasi pasca rally yang terbentuk di seminggu ke belakang. Saat ini, fokus akan berada di analisa teknikal di mana harga-harga aset dengan kapitalisasi pasar besar sedang menghadapi resistance-nya.
Ringkasan Artikel
- Trump Mengancam 8 Negara Lewat Tarif: Amerika Serikat berencana memberikan tarif 10% kepada Denmark, Jerman, Prancis, Belanda, Belgia, Swedia, Norwegia, dan Finlandia.
- Analisis Teknikal BTC, ETH, dan SOL: Bitcoin membentuk pola harga lower high yaitu indikasi penurunan tren pada timeframe 1 minggu, Ethereum gagal menembus level resistance $3.400, dan Solana berpotensi mengalami tren bearish setelah gagal menembus level resistance $147.
- Kepercayaan Investor Masih Tinggi Terhadap Sektor Keuangan Terdesentralisasi: Berbeda dengan pasar kripto, Total Value Locked (TVL) DeFi relatif naik dari 120 milyar Dollar AS ke 130 milyar Dollar AS.
Berita Potensial Minggu Ini

Volatilitas dan ketidakpastian pasar bisa terjadi karena Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam akan memberikan tarif 10% kepada 8 negara Eropa: Denmark, Jerman, Prancis, Belanda, Belgia, Swedia, Norwegia, dan Finlandia. Bukan hanya itu, tarif dapat dinaikkan hingga 25% jika keinginan Amerika Serikat menguasai Greenland tidak terpenuhi.
Analisis BTC
Kenaikan yang Terhalang Indikator 21 EMA
Minggu lalu, Bitcoin terlihat menunjukkan kekuatannya dengan menembus level resistance di harga $94.000 dan mencapai angka hampir $98.000. Namun, Bitcoin mengalami penurunan signifikan pagi ini setelah adanya penolakan dari indikator 21 EMA timeframe 1 minggu. Pada saat penulisan artikel ini, Bitcoin diperdagangkan di harga $93.365, lebih rendah dari resistance yang ditembus pada rally minggu lalu.
Beberapa aspek krusial yang perlu diperhatikan:
Bitcoin Timeframe 1 Minggu

- Di timeframe 1 minggu, Bitcoin menunjukkan momentum kenaikan yang terhalang oleh resistance.
- Secara struktur, di timeframe 1 minggu, Bitcoin membentuk lower high, yang merupakan bagian dari struktur pasar dengan tren turun.
Bitcoin Timeframe 1 Hari

- Di timeframe 1 hari, Bitcoin terlihat menguji indikator 21 EMA, namun kembali turun ke bawah resistance di harga $94.000
- Level Support terdekat berada di sekitar $85.000 dan $80.000.
Bitcoin diprediksi minggu ini akan mengalami penurunan hingga area sekitar $85.000 di tengah tekanan regulasi dan geopolitik, kecuali terjadi katalis yang bisa membuat pasar kembali bullish.
Analisis ETH

Mirip dengan Bitcoin, Ethereum mengalami penurunan yang signifikan di awal minggu ini. Ethereum mengalami penolakan dari level resistance $3.400 dan saat ini sedang menguji 21 EMA di timeframe 1 hari.
Jika Ethereum tidak bisa bertahan di atas 21 EMA di timeframe 1 hari, besar kemungkinan Ethereum dapat turun hingga area harga $2.600-$2.700 yang merupakan support hariannya.
Analisis SOL
Penolakan Kuat dari Resistance

Solana juga mengalami penurunan yang signifikan di awal minggu ini. Solana mengalami penolakan dari level resistance $147 dan menembus 21 EMA di timeframe 1 hari, yang bisa jadi indikasi awal momentum bearish. Support terdekat bagi Solana ada di area $116-$117.
Selain itu, kondisi bearish dari Solana dapat membawa ekosistemnya untuk ikut mengalami penurunan, seperti token RAY, JUP, dan lainnya.
Analisis On-Chain

Dalam seminggu terakhir, nilai terkunci (TVL) di semua jaringan keuangan terdesentralisasi relatif naik dari angka sekitar 120 milyar Dollar AS ke 130 milyar Dollar AS di hari ini. Kenaikan nilai terkunci mengindikasikan investor masih memiliki kepercayaan pada keuangan terdesentralisasi, namun relatif tidak bermain agresif karena mengedepankan pendapatan dari DeFi bukan capital gain dari aset kripto yang diperdagangkan.
Analisis Makroekonomi

Pasar kripto sangat dipengaruhi oleh kondisi makro global, di mana aset digital seperti BTC dan ETH dianggap sebagai “alternative stores of value” di tengah ketidakstabilan fiat. Berikut faktor utama minggu lalu:
- Inflasi dan Kebijakan Moneter AS: Inflasi CPI AS naik 0,3% bulan-ke-bulan (2,7% YoY), sesuai ekspektasi, mendorong BTC sempat melonjak ke $92.500. Namun, ekspektasi penurunan suku bunga Fed melambat, dengan suku bunga potensial turun ke 3% akhir 2026. Ini menekan aset berisiko, meskipun likuiditas Fed mendukung rebound.
- Hutang dan Inflasi Global: Hutang AS yang tinggi mendorong permintaan aset langka seperti BTC dan emas (emas naik ke $4.640/oz). Inflasi yang “sticky” dan divergensi kebijakan bank sentral (misalnya, China potong suku bunga 0,25%) membuat kripto memiliki volatilitas tinggi, namun malah membuat emas naik jauh lebih tinggi.
Performa Aset Crypto Sepekan Terakhir
Aset Crypto dengan Performa Terbaik

- Dusk ($DUSK) +271,40%
- Axie Infinity ($AXS) +98,26%
- Berachain ($BERA) +57,21%
- Vanar Chain ($VANRY) +30,02%
Aset Crypto dengan Performa Terburuk

- Zerebro ($ZEREBRO) -56,92%
- Lighter ($LIT) -30,99%
- MON ($MONPRO) -30,75%
- Just a Chillguy ($CHILLGUY) -29,74%
Disclaimer: Semua artikel yang dipublikasikan di Pintu Academy ditujukan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan.