Silver ETF tertokenisasi (SLVON) adalah aset investasi berbasis blockchain yang dirancang untuk memberikan eksposur terhadap perak tanpa harus memiliki perak fisik secara langsung. Di tengah terbatasnya likuiditas di pasar tradisional, SLVON menjadi alternatif digital yang memungkinkan investor mengakses perak secara on-chain, lebih fleksibel, dan dapat diperdagangkan 24 jam melalui ekosistem crypto. Dalam artikel ini akan membahas cara kerja SLVon, kelebihan kekurangan, regulasi, hingga cara berinvestasi SLVon!
Ringkasan Artikel
- 🥈 SLVON adalah Silver ETF tertokenisasi yang memberi eksposur terhadap perak on-chain tanpa kepemilikan fisik.
- 🔗 Diperdagangkan 24/7 di blockchain, dapat ditransfer, disimpan di wallet, dan digunakan di DeFi.
- ⚙️ Didukung kustodian teregulasi dengan mekanisme mint dan redeem agar selaras dengan NAV.
- 📊 Menarik perhatian investor di 2026, seiring reli harga perak dan market cap yang meningkat.
- ⚖️ Regulasi masih berkembang, sehingga penting memahami risiko hukum dan teknologi.
Pengertian Silver ETF Tertokenisasi (SLVon)
SLVon merupakan aset berbasis blockchain yang merepresentasikan iShares Silver Trust, salah satu ETF perak terbesar di dunia. Token ini diterbitkan oleh Ondo Global Markets dengan tujuan menghadirkan eksposur perak ke ekosistem on-chain. Setiap SLVon mencerminkan pergerakan harga dan nilai aset bersih (NAV) dari trust perak yang mendasarinya. Namun, kepemilikan token ini tidak memberikan hak atas perak fisik dan didukung oleh infrastruktur kustodian yang teregulasi.
Berbeda dengan ETF perak konvensional, SLVon dapat diperdagangkan 24/7 di bursa kripto dan ditransfer secara langsung melalui blockchain. Selain itu, token ini dapat digunakan dalam berbagai aplikasi DeFi, sehingga memberikan akses perak yang lebih fleksibel dan likuid di ekosistem aset digital.
Cara Kerja SLVon
Berikut cara kerja SLVon Tokenized Silver ETF yang diterbitkan oleh Ondo Global Markets:
- Struktur aset dan kustodian SLVon didukung oleh aset yang terkait dengan perak dan disimpan melalui kustodian yang teregulasi. Struktur ini memastikan setiap token SLVon mewakili eksposur ekonomi yang sebanding terhadap nilai perak yang menjadi aset dasarnya.
- Proses penerbitan dan penebusan Pengguna yang memenuhi syarat dapat mencetak (mint) atau menebus SLVON melalui infrastruktur Ondo dengan menggunakan stablecoin. Mekanisme ini dirancang untuk menjaga agar harga SLVon di pasar tetap selaras dengan nilai aset bersih (NAV) perak yang mendasarinya.
- Perdagangan on-chain Setelah diterbitkan, SLVon dapat diperdagangkan secara bebas di jaringan blockchain dan bursa kripto yang mendukung. Investor dapat membeli, menjual, atau mentransfer SLVon kapan saja tanpa terbatas jam pasar komoditas tradisional.
Kelebihan dan Kekurangan SLVon
Berikut adalah kelebihan dan kekurangan SLVON:
Kelebihan SLVON
- Akses 24/7 dan Global: SLVON dapat diperdagangkan secara on-chain sepanjang waktu dan tersedia untuk investor non-AS tanpa batasan jam bursa tradisional, memberikan fleksibilitas lebih dibanding ETF perak konvensional.
- Likuiditas On-Chain dan Penyelesaian Cepat: Transaksi SLVON diselesaikan hampir seketika di jaringan blockchain, berbeda dengan siklus settlement T+2 pada pasar tradisional.
- Eksposur Harga Perak & Reinvestasi Dividen: Token ini mencerminkan kinerja iShares Silver Trust (SLV) dan memungkinkan dividen diinvestasikan kembali secara otomatis.
- Kepemilikan Fraksional dan Integrasi DeFi: Investor dapat memiliki bagian kecil dari eksposur perak dan menggunakan SLVON dalam aplikasi decentralized finance untuk strategi lebih luas.
Kekurangan SLVON
- Tidak Ada Hak Kepemilikan Fisik: Pemegang SLVON tidak memiliki hak atas perak fisik atau suara pemegang saham layaknya pada ETF tradisional.
- Risiko Smart Contract dan Infrastruktur: Karena beroperasi di blockchain, SLVON rentan terhadap bug teknologi atau celah keamanan di kontrak pintar.
- Ketergantungan pada Penerbit dan Kustodian: Nilai dan akses SLVON bergantung pada Ondo Finance serta kustodian yang mengelola aset dasar, yang membawa risiko operasional.
- Regulasi yang Berubah-ubah: Tokenisasi aset komoditas berada di bawah kerangka hukum yang masih berkembang, berpotensi menghadirkan ketidakpastian regulasi di masa depan.
Mengapa SLVon Mulai Menarik Perhatian Investor di 2026?
Meningkatnya perhatian terhadap SLVon pada 2026 dipicu oleh kombinasi tekanan makroekonomi global dan adopsi aset on-chain yang semakin luas. Dalam waktu singkat, aktivitas perdagangan perak berbasis token melonjak tajam, seiring nilai aset SLVon yang menembus puluhan juta dolar dan pertumbuhan jumlah pemegang yang signifikan.

Tren ini sejalan dengan reli harga perak yang melampaui $80 per ons, dipengaruhi oleh struktur pasokan yang terbatas. Sekitar 70–80% perak dunia dihasilkan sebagai produk sampingan dari penambangan timbal, seng, tembaga, dan emas, sehingga suplainya sangat bergantung pada aktivitas tambang logam lain. Ketergantungan ini membuat pasokan perak relatif kaku saat permintaan meningkat.
Dalam kondisi ini, SLVon menjadi alternatif on-chain yang efisien untuk memperoleh eksposur perak. Investor dapat mengakses pasar 24 jam tanpa perantara tradisional, dengan dukungan likuiditas on-chain, transaksi instan, dan kepemilikan fraksional. Pertumbuhan SLVON mencerminkan meningkatnya minat terhadap komoditas tokenisasi sebagai opsi yang lebih fleksibel dibandingkan pasar logam mulia konvensional.
Pertumbuhan Nilai Aset SLVON yang Signifikan
Data terbaru menunjukkan total asset value SLVON telah mencapai $38,59 juta, mencatatkan kenaikan sekitar 91% dibandingkan 30 hari sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan arus modal yang kuat ke instrumen silver tertokenisasi, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset berbasis komoditas di ekosistem crypto. Kenaikan nilai aset ini juga menandakan bertambahnya suplai token yang beredar secara on-chain. Secara keseluruhan, tren ini menggambarkan fase ekspansi yang agresif sejak akhir 2025 hingga awal 2026.

Kenaikan Net Asset Value dan Aktivitas Pemegang
Net Asset Value (NAV) SLVON tercatat di level $76,96, meningkat sekitar 11,45% dalam 30 hari terakhir. Kenaikan NAV ini selaras dengan reli harga perak global dan memperkuat daya tarik SLVON sebagai instrumen eksposur perak digital. Jumlah pemegang (holders) juga melonjak tajam menjadi 5.056 alamat, tumbuh lebih dari 285% secara bulanan. Pertumbuhan jumlah holder ini menunjukkan adopsi yang semakin luas, baik dari investor ritel maupun pengguna crypto yang mencari diversifikasi aset.
Lonjakan Volume Transfer On-Chain
Aktivitas on-chain SLVON tercermin dari monthly transfer volume yang mencapai USD 314,48 juta, naik lebih dari 132% dibandingkan bulan sebelumnya. Tingginya volume transfer mengindikasikan meningkatnya likuiditas dan frekuensi transaksi di berbagai jaringan blockchain. Hal ini memperkuat posisi SLVON sebagai aset yang aktif diperdagangkan, bukan sekadar instrumen pasif. Peningkatan aktivitas ini juga mencerminkan kepercayaan pasar terhadap mekanisme tokenisasi dan infrastruktur pendukungnya.
Contoh Produk Silver Tertokenisasi (ETF dan Non-ETF)
Berikut contoh produk silver tertokenisasi (ETF dan non-ETF) yang sudah tersedia atau dikembangkan di pasar on-chain:
- iShares Silver Trust Tokenized ETF (SLVON) — Ini adalah token on-chain yang mewakili iShares Silver Trust (SLV), salah satu ETF perak terbesar di dunia. Produk ini diterbitkan oleh Ondo Global Markets dan memungkinkan investor mendapatkan eksposur harga perak secara digital di blockchain, termasuk kemampuan trading 24/7 dan integrasi DeFi, tanpa kepemilikan fisik logamnya.
- Silver Token (XAGX) — Alternatif token perak yang didukung secara langsung oleh perak fisik, populer untuk trading biaya rendah di jaringan Avalanche. Produk ini mewakili kepemilikan aktual perak dalam rasio tertentu dan diposisikan sebagai opsi tokenisasi perak yang mudah diperdagangkan untuk investor ritel.
- Kinesis Silver (KAG) — Produk perak tokenized yang memberikan potensi imbal hasil serta representasi perak fisik satu ons, dengan fokus yield-bearing melalui kepemilikan bullion yang diaudit secara berkala.
- Wealth99 Silver — Instrumen token perak yang menyediakan opsi investasi perak fisik yang sepenuhnya diasuransikan dan disimpan di brankas aman sambil tetap diperdagangkan di blockchain.
Produk-produk ini menggambarkan pergeseran aset perak tradisional ke format digital dengan likuiditas tinggi on-chain, fractional ownership, serta akses global yang lebih luas dibandingkan instrumen ETF konvensional.
Perbedaan Silver ETF Tertokenisasi dan ETF Tradisional
Berikut perbedaan utama antara SLVon dan ETF perak tradisional seperti iShares Silver Trust (SLV):
- Jam perdagangan SLVon dapat diperdagangkan 24/7 melalui jaringan blockchain, sementara ETF perak konvensional hanya tersedia pada jam bursa saham dan terpengaruh hari libur pasar.
- Kecepatan penyelesaian transaksi Transaksi SLVon diselesaikan hampir secara instan secara on-chain, berbeda dengan ETF tradisional yang umumnya menggunakan sistem settlement T+2.
- Aksesibilitas global SLVon dapat diakses oleh pengguna global yang memenuhi syarat tanpa memerlukan akun broker, sedangkan ETF perak tradisional terbatas pada pasar ekuitas dan yurisdiksi tertentu.
- Fleksibilitas on-chain SLVon dapat disimpan di dompet pribadi, ditransfer langsung, dan digunakan dalam berbagai aplikasi DeFi, fitur yang tidak tersedia pada saham ETF konvensional.
- Profil risiko SLVon memiliki risiko tambahan terkait smart contract dan penerbit token, sementara ETF tradisional lebih terpapar pada risiko kustodian dan struktur lembaga keuangan terpusat.
Perbedaan ini menjadikan SLVon sebagai alternatif ETF perak yang lebih sesuai bagi investor yang mengutamakan likuiditas 24/7 dan integrasi dengan ekosistem kripto.
Regulasi Silver ETF Tertokenisasi Secara Global
Berikut adalah gambaran umum mengenai regulasi yang mengatur silver ETF tertokenisasi, seperti SLVon beserta tantangan hukum yang masih menyertainya:
Regulasi di Amerika Serikat dan Pedoman Tokenized Securities
Regulator keuangan AS seperti U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) telah mengeluarkan pedoman terkait sekuritas yang ditokenisasi, termasuk aset yang direpresentasikan di blockchain (misalnya token komoditas atau token sekuritas).
Pedoman ini membantu menentukan apakah suatu token harus diperlakukan sebagai sekuritas di bawah hukum federal dan menegaskan kewajiban pendaftaran, disclosure, dan perlindungan investor jika token tersebut termasuk kategori sekuritas. Penerapan pedoman ini akan mempengaruhi struktur hukum dan kepatuhan untuk produk seperti silver ETF tertokenisasi agar sesuai dengan peraturan pasar modal yang berlaku.
Kerangka Regulasi di Indonesia
Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengembangkan aturan untuk penawaran aset keuangan digital (Digital Financial Asset Offering), termasuk tokenized asset yang ditawarkan ke publik. Draft regulasi ini mencakup definisi aset digital, klasifikasi, syarat penerbitan, serta persyaratan izin dan proses penawaran yang harus dipenuhi sebelum dapat dipasarkan kepada investor domestik. Ketentuan ini akan memberikan kepastian hukum dan pengawasan atas pemasaran dan distribusi token aset di pasar Indonesia.
Kerangka Internasional dan Tantangan Hukum
Dalam konteks global, organisasi seperti International Organization of Securities Commissions (IOSCO) mencatat bahwa tokenisasi aset keuangan menghadirkan tantangan regulasi tersendiri, termasuk pengakuan hukum atas token sebagai representasi aset, hak investor, dan risiko teknologi seperti smart contract.
Secara umum, regulasi silver ETF tertokenisasi masih berkembang dan sangat tergantung pada yurisdiksi dimana token tersebut ditawarkan, bagaimana token diklasifikasikan (sekuritas, komoditas, atau lainnya), serta mekanisme kepatuhan terhadap aturan pasar modal, perlindungan investor, dan keamanan teknologi blockchain yang digunakan.
Cara Investasi Silver ETF Tertokenisasi (SLVon) di Pintu
Di Pintu, aset SLVon sudah tersedia dan kamu bisa melakukan investasi SLVon dengan nominal mulai dari Rp11.000. Berikut cara mudah beli SLVon di Pintu:
- Masuk ke homepage Pintu.
- Masuk ke laman Market.
- Cari dan pilih aset crypto Silver ETF Tertokenisasi (SLVon)
Kesimpulan
Silver ETF tertokenisasi (SLVON) menghadirkan cara baru untuk memperoleh eksposur harga perak melalui teknologi blockchain dengan akses 24/7, likuiditas on-chain, dan integrasi DeFi. Di tengah tekanan pasokan perak fisik dan meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai inflasi, SLVON menjadi alternatif yang lebih fleksibel dibanding ETF tradisional.
Disclaimer: Semua artikel dari Pintu Academy ditujukan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan.
Referensi:
- BingX Academy. What Is Ondo’s iShares Silver Trust Tokenized ETF (SLVON) and How to Buy It?. Diakses tanggal 5 Februari 2026
- WEEX. What is iShares Silver Trust Tokenized ETF (SLVon) Coin?. Diakses tanggal 5 Februari 2026
- Bittime. What is the iShares Silver Trust Tokenized ETF (SLVon)?. Diakses tanggal 5 Februari 2026
- Coinfomania. Tokenized Silver SLVon Hits $18M Market Cap Amid Strong Rally. Diakses tanggal 5 Februari 2026
- Data Wallet. Best Tokenized Silver Assets (Most Trusted). Diakses tanggal 5 Februari 2026