Kategori
Futures Trading Menengah

Perbedaan Cross Margin dan Isolated Margin

Reading Time: 7 minutes

Berbeda dengan pasar spot, perpetual futures trading adalah jenis pasar yang memiliki banyak komponen penting yang perlu dipahami sebelum benar-benar terjun ke dalamnya, terutama karena pasar ini membawa risiko yang jauh lebih tinggi dibanding pasar spot. Dalam artikel ini, kami akan membahas 2 komponen penting yang wajib dipahami oleh setiap trader, yaitu perbedaan antara Cross Margin dan Isolated Margin.

Ringkasan Artikel

  • Cara Kerja Cross Margin dan Isolated Margin: Cross Margin menggunakan seluruh saldo Margin Balance sebagai jaminan untuk semua posisi yang terbuka, sementara Isolated Margin mengalokasikan Margin secara spesifik per posisi sesuai Initial Margin yang dibutuhkan. Kedua Margin Mode ini menentukan cara alokasi margin yang berdampak langsung pada manajemen risiko di pasar perpetual futures.
  • Kelebihan dan Kekurangan Cross Margin dan Isolated Margin: Cross Margin unggul dalam fleksibilitas karena floating profit dari satu posisi dapat otomatis menopang posisi lain yang merugi, namun risikonya lebih tinggi karena floating loss berpotensi melikuidasi seluruh posisi sekaligus. Sebaliknya, Isolated Margin memberikan perlindungan lebih ketat dengan membatasi kerugian maksimum per posisi, meski menuntut perhitungan alokasi margin yang lebih presisi.
  • Perbedaan Cross Margin dan Isolated Margin: Dari sisi kompleksitas, alokasi margin, risiko posisi, hingga perhitungan PnL, kedua Margin Mode ini memiliki karakteristik yang berbeda dan cocok untuk profil trader yang berbeda pula. Cross Margin lebih sesuai untuk trader berpengalaman yang mengelola banyak posisi, sementara Isolated Margin lebih cocok bagi trader yang mengutamakan kontrol risiko per posisi.

Alasan Penting Memahami Cross Margin dan Isolated Margin

Cross Margin dan Isolated Margin adalah dua Margin Mode yang wajib dipahami oleh setiap trader yang aktif membuka posisi dengan leverage di pasar perpetual futures. Kedua mode ini menentukan cara alokasi Margin atau aset jaminan, yang digunakan untuk menopang setiap posisi yang dibuka.

Perpetual futures trading adalah instrumen yang menuntut manajemen risiko jauh lebih ketat dibandingkan pasar spot, termasuk dalam hal perhitungan position sizing. Berbeda dengan spot, position sizing di pasar perpetual futures sangat bergantung pada besarnya Margin yang dimiliki trader dan Margin Mode yang digunakan.

Mengingat kedua Margin Mode ini memiliki karakteristik dan peruntukan yang berbeda, memahami keduanya akan sangat membantu dalam menentukan mode yang paling sesuai dengan strategi dan profil risiko masing-masing trader.

Apa Itu Cross Margin?

Dalam perpetual futures trading, Cross Margin adalah mode yang menggunakan seluruh saldo margin di akun futures untuk menopang semua posisi yang sedang terbuka. Persentase Margin Usage atau penggunaan Margin akan berfluktuasi secara dinamis mengikuti kondisi posisi yang aktif, baik dalam keadaan profit maupun rugi.

Alokasi Margin pada kedua mode ini bekerja secara berbeda. Pada Cross Margin, perubahan Margin Usage terjadi secara dinamis mengikuti kondisi posisi yang aktif, karena seluruh saldo Margin di akun Futures digunakan seluruhnya untuk menopang semua posisi yang dibuka.

Cara Kerja Cross Margin

KomponenNilaiKeterangan
Margin ModeCross MarginSeluruh saldo akun yang menjadi jaminan
Margin Balance1.500 USDTTotal saldo awal di akun futures
Jumlah Posisi1. BTCUSDT-PERP
2. ETHUSDT-PERP
2 posisi aktif secara bersamaan
Ukuran Posisi1.000 USDT × 2Total nilai posisi = 2.000 USDT
Leverage5x
Initial Margin / Biaya Margin (IM)
20% dari nilai posisi
400 USDT (Masing-Masing Posisi 200 USDT)Total saldo yang digunakan untuk membuka posisi
IM Buffer (ON)
1% MM + 19% Buffer
400 USDTSaldo yang dikunci
Maintenance Margin (MM)
1% dari nilai posisi
20 USDTAmbang batas saldo yang harus dijaga untuk terhindar dari likuidasi
Floating PnL1. BTCUSDT-PERP (+100 USDT)
2. ETH USDT-PERP (-50 USDT)
Net unrealized PnL = +50 USDT
Margin Balance (Setelah PnL)1.550 USDT1.500 + 50 = 1.550 USDT, profit langsung menambah margin balance di mode Cross Margin
Available Margin (Setelah PnL)
Margin Balance – IM & MM
1.150 USDT1.550 – 400 = 1.150 USDT
  • Margin Balance di akun futures berfungsi sebagai saldo yang menahan semua posisi yang dibuka.
  • Semakin kecil leverage, semakin besar Initial Margin yang digunakan untuk membuka posisi. Begitu pula sebaliknya.
  • Di Pintu Futures, saldo yang dikunci ketika trader membuka posisi bergantung pada IM Buffer yang digunakan aktif atau tidak. Jika aktif, maka saldo yang dikunci semakin besar. Jika tidak, maka hanya 1% atau MM saja yang dikunci.
  • Saldo yang bisa digunakan trader untuk membuka posisi baru bergantung pada Available Margin, karena sisa saldo ini juga akan digunakan menahan posisi dalam mode Cross Margin.

Dalam Cross Margin, ketika posisi berada dalam kondisi floating loss terus menerus, Margin akan berkurang secara bertahap hingga berada di bawah batas MM dan posisi dapat terancam terlikuidasi oleh sistem.

Di sisi lain, Cross Margin menawarkan fleksibilitas alokasi Margin yang lebih besar. Ketika posisi berada dalam kondisi floating profit, keuntungan tersebut akan langsung terakumulasi ke dalam Available Margin.

Artinya, ketika trader berada dalam kondisi floating loss lalu tetap memaksakan membuka posisi baru atau menambah ukuran posisi yang sudah ada, hal tersebut justru meningkatkan risiko likuidasi. Hal ini terjadi karena penggunaan Margin menjadi semakin besar, sementara Margin yang dimiliki terus tergerus oleh floating loss.

Kelebihan Cross Margin

  1. Kelebihan utama Cross Margin adalah fleksibilitas dalam mengelola beberapa posisi secara bersamaan, floating profit dari satu posisi dapat secara otomatis menopang posisi lain yang sedang mengalami floating loss, dengan begitu trader tidak perlu menambahkan Margin secara manual ke posisi yang mengalami floating loss.
  2. Cocok digunakan saat membuka posisi pada aset dengan volatilitas tinggi, karena Margin yang tersedia di akun akan secara otomatis menyerap kerugian posisi yang sedang dalam keadaan rugi, sehingga trader tidak perlu menambahkan Margin secara manual untuk menjaga posisi tetap aktif.
  3. Lebih efisien dalam mengelola beberapa posisi sekaligus karena seluruh posisi yang terbuka ditopang oleh satu sumber Margin yang sama, yaitu Available Margin, sehingga tidak perlu mengalokasikan Margin secara terpisah untuk setiap posisi.

Kekurangan Cross Margin

  1. Risiko utama Cross Margin adalah ketika seluruh posisi yang terbuka mengalami floating loss secara bersamaan, Available Margin akan terus tergerus hingga penggunaan Margin mendekati 100% dan seluruh posisi berpotensi terlikuidasi sekaligus.
  2. Kurang ideal untuk trader yang ingin membatasi risiko per posisi secara presisi, karena kerugian dari satu posisi dapat berdampak langsung pada ketersediaan Margin untuk posisi lainnya.

Apa Itu Isolated Margin?

Isolated Margin adalah Margin Mode yang dialokasikan secara manual dan spesifik untuk membuka satu posisi tertentu dengan leverage. Berbeda dengan Cross Margin yang menggunakan seluruh Margin di akun sebagai saldo yang menopang posisi, Isolated Margin membatasi risiko hanya pada jumlah Margin yang telah ditetapkan untuk posisi tersebut. Artinya, kerugian maksimum yang dapat dialami trader sudah terlihat jelas sejak awal sebelum posisi dibuka.

Pada saat trader ingin membuka posisi dengan mode Isolated Margin, trader tidak bisa langsung alokasikan spesifik Margin yang diinginkan trader, melainkan alokasi Margin yang digunakan akan sesuai dengan Initial Margin yang digunakan untuk membuka posisi tertentu.

Margin Usage dalam hal ini akan dialokasikan porsi yang berbeda dalam setiap posisinya, jika satu posisi terlikuidasi maka posisi dan Margin yang lain tidak akan terdampak. Oleh karena itu, penggunaan Isolated Margin menuntut perhitungan yang lebih presisi serta pengelolaan toleransi risiko yang matang dalam menentukan besaran Margin yang optimal untuk dialokasikan pada setiap posisi.

Cara Kerja Isolated Margin

KomponenBTCUSDT-PERPETHUSDT-PERP
Ukuran Posisi1.000 USDT1.000 USDT
Leverage5x Leverage5x Leverage
Initial Margin / Biaya Margin (IM)
20% dari nilai posisi
200 USDT200 USDT
Maintenance Margin (MM)
1% dari nilai posisi
10 USDT10 USDT
Margin Usage Ratio
Maintenance Margin / (Maintenance Margin + Available Margin) x 100%
5%5%
  • Margin yang dibutuhkan dalam membuka posisi futures trading dengan mode Isolated Margin adalah IM. Saldo ini yang akan dikunci dan tidak bisa dipindahkan/dikurangi pada saat posisi sedang aktif.
  • Trader harus memiliki Margin Balance yang cukup sebagai IM untuk membuka posisi. Dalam skenario pada tabel di atas, trader harus memiliki 400 USDT sebagai IM.
  • Trader harus menjaga posisi agar tidak kurang dari MM agar terhindar dari likuidasi.
  • Jika trader membuka lebih dari 1 posisi, trader membutuhkan alokasi masing-masing Margin sesuai dengan IM yang dibutuhkan pada setiap posisinya.

Pada mode Isolated Margin, floating PnL yang dimiliki trader tidak memengaruhi Margin yang telah dialokasikan untuk membuka suatu posisi. Meski demikian, trader tetap perlu menjaga agar nilai posisi pada setiap kontrak tidak mendekati batas MM. Jika nilai posisi mulai mendekati ambang MM, trader dapat menambahkan Margin pada kontrak tersebut untuk mengurangi risiko likuidasi.

Kelebihan Isolated Margin

  1. Kelebihan utama dari Isolated Margin terletak pada perlindungan Margin. Margin Balance yang tidak dialokasikan atau tidak terekspos pada suatu posisi dalam mode ini akan tetap aman dan tidak akan terdampak likuidasi.
  2. Margin yang dialokasikan dapat dijadikan sebagai batas maksimum potensi kerugian pada setiap posisi yang dibuka.
  3. Mode ini bisa digunakan sebagai salah satu referensi bagi pemula yang ingin mencoba pasar perpetual futures tanpa harus mengorbankan seluruh Margin yang dimiliki.
  4. Isolated Margin dapat dimanfaatkan sebagai mode untuk menerapkan strategi tertentu yang bersifat eksperimental, karena trader tidak perlu mengalokasikan seluruh Margin yang dimiliki pada satu posisi.

Kekurangan Isolated Margin

  1. Isolated Margin tidak memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam mengalokasikan Margin.
  2. Penggunaan mode Cross dan Isolated Margin dalam satu atau waktu berbeda dapat meningkatkan kompleksitas pengelolaan posisi, terutama jika trader membuka lebih dari satu posisi. Hal ini membuat pengaturan margin, pemantauan risiko, serta pengambilan keputusan menjadi lebih sulit, khususnya bagi trader yang belum berpengalaman.

Perbedaan Utama Cross dan Isolated Margin

AspekCross MarginIsolated Margin
Kompleksitas Mengatur PosisiLebih sederhana. trader tidak perlu menghitung alokasi margin per posisi karena secara otomatis Margin Balance menjadi saldo yang menahan posisi.Lebih kompleks. trader harus menghitung secara manual berapa margin yang dialokasikan per posisi dan memantau Margin Usage masing-masing posisi secara terpisah.
Alokasi MarginSeluruh saldo Margin Balance digunakan untuk menopang semua posisi yang terbuka, tidak perlu alokasi terpisah per posisi.Margin harus dialokasikan secara spesifik untuk setiap posisi yang dibuka. Jumlah yang dikunci bergantung pada nilai posisi dan leverage yang digunakan.
Risiko PosisiRisiko lebih tinggi. Floating loss dari satu posisi dapat mengurangi Margin akun dan berpotensi melikuidasi semua posisi sekaligus.Risiko lebih terkontrol. Kerugian maksimum per posisi sudah terlihat sejak awal dan tidak berdampak pada posisi lain maupun saldo akun yang tidak dialokasikan.
Perhitungan PnLFloating profit langsung menambah Margin Balance secara real-time dan dapat digunakan sebagai buffer untuk posisi lain yang sedang merugi.Floating profit/loss hanya berlaku dalam posisi itu sendiri.

Kesimpulan

Cross Margin dan Isolated Margin merupakan dua Margin Mode dengan pendekatan berbeda dalam mengelola risiko di pasar perpetual futures, di mana Cross Margin menawarkan fleksibilitas tinggi karena seluruh Margin digunakan untuk menopang semua posisi dengan risiko floating loss dapat mempengaruhi seluruh Margin di akun Futures, sementara Isolated Margin memberikan kontrol risiko lebih terukur dengan membatasi kerugian pada setiap posisi, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan strategi serta toleransi risiko masing-masing trader.

Frequently Asked Questions (FAQs)

Apa perbedaan utama Cross Margin dan Isolated Margin?

Perbedaan utamanya terletak pada cara alokasi margin. Cross Margin menggunakan seluruh saldo Margin Balance untuk menopang semua posisi yang terbuka, sehingga floating profit dari satu posisi dapat membantu posisi lain yang merugi. Sementara itu, Isolated Margin mengalokasikan margin secara terpisah per posisi sesuai Initial Margin yang dibutuhkan, jika satu posisi terlikuidasi, posisi dan margin lainnya tidak akan terdampak.

Apakah Cross Margin bisa melindungi posisi dari likuidasi cepat?

Dalam kondisi tertentu, ya. Karena seluruh saldo Margin Balance menjadi buffer untuk semua posisi, floating profit dari posisi lain dapat memperlambat proses pengurangan margin karena rugi. Namun, jika seluruh posisi mengalami floating loss secara bersamaan, Available Margin akan terus berkurang hingga Margin Usage mendekati 100% dan seluruh posisi berpotensi terlikuidasi sekaligus.

Apakah Isolated Margin membatasi kerugian?

Ya. Margin yang dialokasikan untuk setiap posisi di mode Isolated Margin berfungsi sebagai batas maksimum potensi kerugian pada posisi tersebut. Saldo Margin Balance yang tidak dialokasikan akan tetap aman dan tidak terdampak meski posisi tersebut terlikuidasi.

Apakah Cross Margin cocok untuk pemula?

Meski Cross Margin lebih sederhana dari sisi pengelolaan posisi karena tidak perlu menghitung alokasi Margin per posisi secara manual, risikonya jauh lebih tinggi. Floating loss yang terus berkembang dapat menggerus seluruh saldo akun. Isolated Margin justru lebih direkomendasikan bagi pemula karena trader tidak perlu mengorbankan seluruh margin yang dimiliki dan kerugian per posisi sudah terdefinisi sejak awal.

Apakah semua posisi terdampak saat Cross Margin terkena kerugian?

Ya, itulah risiko utama Cross Margin. Karena seluruh Margin Balance menjadi jaminan seluruh posisi, floating loss dari satu posisi langsung mengurangi Available Margin yang menopang semua posisi lainnya. Jika kerugian terus bertambah dan Margin Usage mendekati 100%, sistem akan melikuidasi seluruh posisi yang terbuka secara otomatis, bukan hanya posisi yang merugi.

Trading Futures di Pintu Pro Web

Selain bisa mengakses Pintu Futures melalui aplikasi, kamu juga bisa membuka posisi long atau short seperti BTC, SOL, dan lainnya langsung melalui Pintu Pro Web. Di Pintu Pro Web, kamu bisa langsung trading Futures dan spot!

Cara trading Crypto Futures di Pintu Pro Web:

  1. Buka https://pintu.co.id/
  2. Klik tombol Buka Pro di Desktop di bagian atas tengah.
  3. Daftar atau masuk ke Pintu Pro Web.
  4. Buka bagian Futures.
  5. Trade BTC dan kripto lainnya.

Selain trading, Pintu juga memungkinkan Anda belajar lebih banyak tentang kripto melalui berbagai artikel di Pintu Academy, diperbarui setiap minggu!

Disclaimer: Semua artikel dari Pintu Academy ditujukan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *