Ringkasan Artikel
- Dominasi Tren Bearish pada Bitcoin: Bitcoin menutup bulan Januari 2026 dengan kerugian selama 4 bulan berturut-turut dan berisiko memasuki fase bear market jangka panjang.
- Altcoin di Level Kritis: Ethereum dan Solana sedang menguji level pertahanan psikologis masing-masing di $2.150 dan $100.
- Pergeseran ke Safe Haven: Ketidakpastian global akibat ancaman tarif dagang dari Presiden Trump membuat investor beralih ke emas (mencapai rekor ~$5.600) dan meninggalkan aset berisiko seperti kripto.
- Tekanan Kebijakan The Fed: Sentimen pasar terpukul oleh penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed baru dan kebijakan suku bunga yang ditahan. Hal ini memicu ketakutan akan berakhirnya era likuiditas mudah yang menopang aset berisiko.
Seminggu ke belakang, pasar kripto secara keseluruhan menunjukkan volatilitas dengan penurunan yang masif di berbagai aset kripto. Ini menutup bulan pertama di 2026 dengan loss yang signifikan.
Selain itu, emas dan perak juga mengalami volatilitas yang signifikan, di mana kedua logam mulia ini mengalami kenaikan yang dianggap tidak wajar, dilanjutkan dengan penurunan terbesar dalam sejarah keduanya di 1 hari. Hal ini menandakan ketidakpastian global dan sentimen negatif investor terhadap aset kripto dan keinginan mencari safe haven.
Secara keseluruhan, sentimen pasar mengindikasikan pasar sedang berada di fase ketakutan.Analisa teknikal menunjukkan tren yang sangat bearish di berbagai aset.
Analisis Bitcoin (BTC)

Penutupan Merah 4 Bulan Berturut-turut.
Bitcoin menutup bulan Januari dengan candle bearish di angka $78.741. Secara historis, saat Bitcoin turun di bawah 21 EMA timeframe 1 bulan, akan terjadi fase bear merket yang cukup lama, dengan pergerakan harga dan volume yang minim setelah terjadinya penurunan yang masif.
Penurunan yang terjadi sejak Oktober 2025 ini merupakan realisasi dari peringatan yang muncul beberapa bulan sebelumnya dengan adanya bearish divergence pada RSI di timeframe 1 bulan.

Sementara itu, di timeframe 1 minggu, Bitcoin berpotensi membentuk pola head and shoulders dengan konfirmasi neckline di area $73.500-74.000.
Beberapa aspek krusial yang perlu diperhatikan:
- Secara struktur, di timeframe 1 minggu, Bitcoin membentuk lower high, yang merupakan bagian dari struktur pasar dengan tren turun.
- Bitcoin membentuk potensi pola head and shoulders yang merupakan indikasi kuat untuk reversal bearish. Saat ini, level $73.000-$74.000 perlu diperhatikan. Karena jika terjadi breakdown dari level tadi, pola head and shoulders akan terkonfirmasi.
Diprediksi minggu ini Bitcoin akan mengalami recovery. Namun, yang perlu diperhatikan adalah sentimen negatif di timeframe lebih besar, disertai ketidakpastian global di tengah di tengah tekanan regulasi dan geopolitik, kecuali terjadi katalis yang bisa membuat pasar kembali bullish.
Analisis Ethereum (ETH)

Menguji Support Penting di Tengah Tekanan Penjualan.
Mirip dengan Bitcoin, Ethereum mengalami penurunan yang signifikan di awal minggu ini. Ethereum mengalami breakdown dari level resistance $2600 dan saat ini sedang mengetes level $2150 yang berlaku sebagai support.
Secara teknikal, ada potensi dari Ethereum untuk mengalami pantulan dari sini, terlihat dari besarnya volume di area ini. RSI dari Ethereum sudah memasuki area oversold di timeframe 1 hari.
Analisis Solana (SOL)

Bertahan di Level Psikologis.
Solana juga mengalami penurunan yang signifikan di minggu lalu. Saat ini Solana berkutat di level sekitar $100 yang merupakan level psikologis. Jika Solana dapat mengalami recovery dan membuat pantulan dari area ini, Solana dapat membawa ekosistemnya untuk ikut mengalami kenaikan, seperti token RAY, JUP, dan lainnya.
Analisis On-Chain: Penurunan TVL di DeFI

Data TVL di semua jaringan DeFi. Sumber Defillama.com.
Dalam seminggu terakhir, nilai terkunci (TVL) di jaringan semua jaringan keuangan terdesentralisasi mengalami penurunan. Dalam 24 jam terakhir saja, nilai TVL turun sebanyak 3% dan dalam sebulan terakhir, nilai TVL di seluruh protokol turun sekitar 15%. Hal ini mengindikasikan investor mulai menurunkan kepercayaannya pada keuangan terdesentralisasi
Namun, bisa jadi penurunan nilai TVL tadi disebabkan oleh turunnya nilai-nilai aset yang dikunci di berbegai protokol.
Analisis Makro
Pada akhir Januari 2026, pasar keuangan global dihadapkan pada serangkaian ketidakpastian makro. Salah satu pendorong utama adalah ancaman tarif perdagangan dari Presiden AS Donald Trump terhadap Kanada dan Uni Eropa, yang memicu kekhawatiran tentang perang dagang baru. Ancaman ini tidak hanya menekan saham-saham teknologi tetapi juga mendorong investor untuk beralih ke aset safe-haven tradisional seperti emas, yang mencapai rekor hampir senilai $5600 per ounce pada 29 Januari 2026.
Di sisi lain, aset kripto seperti Bitcoin justru mengalami penurunan tajam, menunjukkan bahwa crypto masih dianggap sebagai aset berisiko daripada lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian geopolitik.
Pada saat yang sama, Federal Reserve (Fed) mempertahankan suku bunga tetap dalam pertemuan pertama tahun 2026, yang disertai retorika hawkish yang menekankan kekhawatiran inflasi. Nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua Fed baru oleh Trump pada akhir pekan lalu semakin menambah ketidakpastian. Warsh dikenal sebagai kritikus kebijakan Quantitative Easing (QE) dan pendukung deregulasi, yang bisa mengubah dinamika likuiditas global.
Pengumuman ini langsung memicu penurunan harga crypto, karena pasar mengantisipasi akhir era stimulus yang selama ini mendukung aset berisiko. Diskusi komunitas crypto di X menyoroti bagaimana ketegangan geopolitik ini tidak menghalangi adopsi stablecoin di negara seperti Kanada, meskipun ada potensi capital flight. Namun, secara keseluruhan,ketidakpastian ini telah memperkuat korelasi crypto dengan pasar tradisional, di mana kenaikan dolar AS dan penurunan saham tech langsung menekan BTC dan Ethereum (ETH).
Dampak makro ini bisa jadi tidak hanya sementara; ini akan membentuk trajektori jangka panjang crypto. Ketidakpastian perdagangan dan kebijakan Fed bisa mempercepat deregulasi crypto di AS, seperti proposal Nasdaq untuk menghapus batas posisi pada opsi ETF BTC dan ETH, yang berpotensi meningkatkan likuiditas institusional.
Namun, jika macro memburuk, seperti resesi yang ditandai oleh data pasar tenaga kerja AS, crypto bisa mengalami koreksi lebih dalam. Di sisi positif, pertumbuhan stablecoin menunjukkan potensi crypto sebagai alat akses keuangan bagi yang tidak memiliki bank, terutama di tengah turbulensi global.