Pasar kripto sedang berada di persimpangan jalan yang krusial. Minggu ini dibuka dengan sentimen ketakutan yang mencekam (Extreme Fear), namun data onchain justru memperlihatkan anomali menarik: saat ritel panik, institusi dan pemegang dana besar (whales) terlihat memanfaatkan momen untuk mengakumulasi aset di harga rendah.
Fokus utama pasar kini tertuju pada rangkaian data ekonomi Amerika Serikat minggu ini, terutama data Inflasi (CPI) dan Ketenagakerjaan (NFP) yang diprediksi akan menjadi penentu apakah Bitcoin mampu mempertahankan pijakannya di atas level historis $69.000 atau justru terperosok lebih dalam.
Berikut adalah analisis lengkap kondisi pasar, arus dana, analisa teknikal, dan kalender ekonomi minggu ini.
Rangkuman Artikel
- Dominasi Pergerakan Bitcoin: Bitcoin berhasil rebound dan menutup candle mingguan di atas $68.967, level yang berperan sebagai puncak ATH bull run 2021 sekaligus zona support krusial.
- Ethereum Di ambang Batas Ketidakpastian: Ethereum gagal mempertahankan momentum dan menutup candle mingguan di bawah support $2.125.
- Permintaan Solana Masih Tinggi: Solana menunjukkan resiliensi dengan rebound kuat dari area demand $51.13 – $68.20.
- Tindakan Institusi: Arus dana Bitcoin Spot ETF menunjukkan net inflow positif pada tanggal 6 Februari 2025, mengindikasikan potensi akumulasi institusional di level koreksi.
- Minggu ini menjadi minggu krusial dengan rilis tiga data makroekonomi AS: konsumsi, ketenagakerjaan, dan inflasi.
Analisis Bitcoin (BTC)

- Kondisi Pasar: Bitcoin sempat mengalami tekanan jual signifikan hingga menyentuh titik terendah mingguan di level $60.000.
- Sinyal Harapan: Meskipun tertekan, penutupan candle mingguan pagi ini memberikan sedikit kelegaan karena harga berhasil ditutup di atas level ATH (All Time High) 2021 yaitu $68.967.
- Proyeksi:
- Bullish: Selama harga bertahan di atas ATH 2021 ($68.967), Bitcoin berpotensi rebound mengejar level SBR (Support Become Resistance) di $76.589.
- Bearish: Jika harga kembali turun dan validasi di bawah ATH 2021, potensi penurunan lanjutan akan kembali menguji area $60.000.
Analisis Ethereum (ETH)

- Kondisi Pasar: Berbeda dengan Bitcoin, performa teknikal Ethereum terlihat lebih lemah. Penutupan candle mingguan berada di bawah level $2.125, yang merupakan area support krusial.
- Persyaratan Rebound: Untuk menarik kembali minat pasar, ETH wajib bergerak kembali di atas level $2.125. Jika berhasil, target kenaikan berada di kisaran $2.578 – $2.773.
- Risiko: Jika gagal merebut kembali level $2.125, ETH berisiko melanjutkan tren penurunan menuju support berikutnya di $1.384 – $1.689.
Analisis Solana (SOL)

- Kondisi Pasar: Penurunan harga SOL berhasil tertahan saat menyentuh zona permintaan (demand area) di kisaran $51.13 – $68.20. Tekanan beli di area ini cukup kuat untuk mendorong harga naik kembali.
- Fase Konsolidasi: Saat ini posisi harga berada “terjepit” di tengah-tengah, antara area demand di bawah dan resistance kuat di level $113 di atas.
- Proyeksi: Kemungkinan besar SOL akan mengalami fase konsolidasi (sideways) di antara rentang harga tersebut. Arah tren selanjutnya akan sangat bergantung pada ke mana harga akan breakout dari zona ini.
Kondisi Psikologi Pasar

Indikator psikologi pasar menunjukkan kepanikan yang luar biasa di kalangan investor.
- Fear & Greed Index saat ini berada di level 9, yang dikategorikan sebagai Extreme Fear.
- Angka ini merupakan penurunan drastis dibandingkan bulan lalu yang masih berada di level Netral (41).
- Bahkan, pada tanggal 6 Februari 2026, indeks sempat menyentuh angka 5, yang tercatat sebagai level terendah tahunan (Yearly Low) sejauh ini. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar saat ini sangat menghindari risiko (risk-off).
Analisis Arus Dana Institusi
Berikut ini adalah pergerakan arus dana institusi dan whales seminggu ke belakang yang memperlihatkan respon terhadap pergerakan pasar melalui data Bitcoin Spot ETF (6 Februari) dan Bitcoin Exchange Flow.
Bitcoin Spot ETF Netflow: Institusi Kembali Masuk?

Aktivitas institusi melalui ETF Bitcoin Spot menunjukkan volatilitas tinggi namun berakhir dengan nada positif di penutupan minggu perdagangan.
- Setelah mengalami gelombang outflow (arus keluar) berturut-turut dari tanggal 3 hingga 5 Februari, dengan total penjualan lebih dari 16.000 BTC dalam tiga hari, arus dana berbalik positif pada akhir pekan.
- Pada tanggal 6 Februari 2026, tercatat Net Inflow sebesar +5.26K BTC, menandakan adanya aksi “buy the dip” dari investor institusional saat harga tertekan.
Bitcoin Exchange Netflow

Data pergerakan dana di bursa (exchange) juga memperlihatkan anomali menarik. Terlihat adanya outflow (arus keluar dari exchange) yang sangat signifikan pada tanggal 5 Februari (batang merah panjang ke bawah), bersamaan dengan penurunan harga yang tajam. Hal ini bisa diinterpretasikan sebagai pemindahan aset ke cold storage oleh “whales” atau investor jangka panjang yang memanfaatkan harga murah, meskipun harga sedang jatuh.
Kalender Ekonomi Penting Minggu Ini

Minggu ini volatilitas pasar diperkirakan akan meningkat tajam, terutama pada pertengahan hingga akhir pekan, dikarenakan rilis data makroekonomi AS yang bertubi-tubi. Berikut adalah agenda utama yang wajib dipantau:
- Selasa, 10 Februari (20:30 WIB): Data Konsumsi
- Event: Retail Sales (MoM) & Core Retail Sales.
- Proyeksi: Diprediksi melambat ke angka 0.4% (sebelumnya 0.6%).
- Dampak: Data ini akan menunjukkan seberapa kuat daya beli konsumen AS. Jika angka aktual lebih rendah dari prediksi, ini bisa dianggap sinyal perlambatan ekonomi yang mungkin mendorong The Fed melunakkan kebijakan (bullish untuk aset berisiko).
- Rabu, 11 Februari (20:30 WIB): Data Tenaga Kerja (Big Event 1)
- Event: Nonfarm Payrolls (NFP) & Unemployment Rate.
- Proyeksi NFP: Pasar tenaga kerja diprediksi sedikit membaik dengan penambahan 70K pekerjaan (sebelumnya 50K).
- Proyeksi Pengangguran: Tingkat pengangguran diprediksi tetap di 4.4%.
- Dampak: Jika NFP rilis jauh lebih tinggi dari ekspektasi, indeks Dolar AS (DXY) bisa menguat dan menekan harga Bitcoin. Sebaliknya, data yang sesuai atau lebih rendah akan menjaga harapan pemangkasan suku bunga.
- Kamis, 12 Februari (20:30 WIB): Klaim Pengangguran
- Event: Initial Jobless Claims.
- Proyeksi: Diprediksi turun ke 222K (sebelumnya 231K).
- Jumat, 13 Februari (20:30 WIB): Data Inflasi (Big Event 2 – High Impact)
- Event: CPI (Consumer Price Index) YoY & MoM.
- Proyeksi CPI YoY: Inflasi tahunan diprediksi turun (mendingin) ke level 2.5% dari sebelumnya 2.7%.
- Dampak: Ini adalah data paling krusial minggu ini. Jika inflasi aktual benar-benar turun ke 2.5% atau lebih rendah, ini akan menjadi katalis positif (bullish) yang kuat bagi pasar kripto untuk rebound dari zona “Extreme Fear”. Namun, jika inflasi justru naik, tekanan jual pada Bitcoin bisa berlanjut.
Disclaimer: Semua informasi yang ditampilkan dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi, rekomendasi, ajakan untuk membeli atau menjual aset crypto tertentu, maupun dasar pengambilan keputusan finansial. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, tujuan investasi, dan toleransi risiko masing-masing.