Bitcoin (BTC) kembali cetak rekor harga tertinggi sepanjang masa di $124.089 atau sekitar Rp2 miliar. Setelahnya, BTC dan crypto lainnya terkoreksi karena merespons data Indeks Harga Produsen (IHP) Amerika Serikat (AS) yang di luar ekspektasi. Tetapi, data-data menunjukkan pasar crypto masih bullish. Simak analisis lengkapnya dari tim Trader PINTU.
Ringkasan Artikel
- 🗒️ Level support BTC di antara harga $117.650 dan $115.650. Jika turun dalam kisaran tersebut, dapat dimanfaatkan sebagai batu loncatan untuk pergerakan naik lebih lanjut.
- 👀 ETH perlu tembus zona resistensi di sekitar $4.750 hingga $4.869, untuk kenaikan lebih lanjut dengan proyeksi bullish target di atas $8.000.
- 📊 Laju inflasi bulanan AS bulan Juli meningkat 0,2%, sementara laju inflasi tahunan (YoY) tetap stabil di angka 2,7%.
- 📈 Indeks Harga Konsumen (IHK) AS naik menjadi 323,05 poin pada bulan Juli dari 322,56 poin pada bulan sebelumnya, mencerminkan kenaikan bulanan yang moderat dalam harga konsumen secara keseluruhan.
- 🔝 Indeks Harga Produsen (IHP) untuk Juli 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dalam harga produsen di AS, menandai kenaikan bulanan terbesar dalam tiga tahun.
Analisis Makroekonomi
Pengendalian Inflasi Masih Penuh Tantangan

Kondisi inflasi AS di bulan Juli 2025 menunjukkan data yang beragam meski inflasi umum terlihat stabil, tetapi tekanan pada inflasi inti mengalami peningkatan. Berikut data-datanya:
- Laju inflasi bulanan (MoM) untuk bulan Juli meningkat sebesar 0,2%, sedikit melambat dari kenaikan 0,3% di bulan Juni.
- Inflasi umum yang stabil menyebabkan laju inflasi tahunan tetap stabil di angka 2,7%, dan sedikit di bawah beberapa perkiraan sebesar 2,8%.
- Indeks Harga Konsumen (IHK) naik menjadi 323,05 poin pada bulan Juli dari 322,56 poin pada bulan sebelumnya yang mencerminkan kenaikan bulanan moderat dalam harga konsumen secara keseluruhan.
- Inflasi inti meningkat menjadi 0,3% pada bulan Juli, naik dari 0,2% pada bulan Juni. Kenaikan bulanan sebesar 0,3% ini merupakan kenaikan IHK inti tertajam sejak Januari 2025.
- Secara tahunan, inflasi inti naik jadi 3,1% pada bulan Juli dari 2,9% pada bulan Juni. Kontributor utama kenaikan inflasi inti meliputi jasa transportasi, jasa perawatan medis, dan kendaraan baru.
Tren inflasi inti memperlihatkan laju kenaikan bulanan yang stabil dan kenaikan tahunan hingga 3,1% yang menunjukkan bahwa tekanan inflasi tetap persisten. Hal ini penting bagi para pembuat kebijakan moneter dan konsumen, karena inflasi inti jadi ukuran yang kurang terpengaruh oleh fluktuasi sementara dan lebih mencerminkan perubahan harga yang berkelanjutan pada berbagai barang dan jasa. Data bulan Juli menunjukkan adanya tantangan yang berkelanjutan dalam mengendalikan inflasi ke tingkat target, sehingga perlu terus diwaspadai.
Indikator Ekonomi Lainnya
- Dampak inflasi: Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 2025 hanya 2,3–3,0%. Inflasi AS yang masih tinggi, ditambah ketidakpastian tarif impor dan ketegangan geopolitik, membuat prospek pertumbuhan global lebih hati-hati. AS adalah konsumen utama dunia, oleh karenanya inflasi di AS memengaruhi permintaan dan perdagangan global.
- Klaim Pengangguran: Klaim tunjangan pengangguran AS turun 3.000 menjadi 224.000 pada pekan yang berakhir 9 Agustus 2025. Angka ini menunjukkan PHK sedikit berkurang, meski pasar tenaga kerja mulai melambat.
- Indeks Harga Produsen (IHP): Pada Juli 2025, IHP naik 0,9%, jauh di atas perkiraan 0,2%. Kenaikan didorong harga barang (+0,7%) dan jasa (+1,1%), dengan lonjakan jasa terbesar sejak Maret 2022. Hal ini berisiko membuat harga konsumen ikut naik, menandakan tekanan inflasi masih kuat.
Analisis Harga BTC
BTC menunjukkan momentum bullish yang kuat, dengan harga yang melonjak dari sekitar $114.128 pada 6 Agustus menjadi lebih dari $120.200 pada 13 Agustus 2025. Kenaikan harga tersebut dimulai dengan rebound BTC dari rata-rata 50-day simple moving average yang menunjukkan sentimen bullish jangka menengah baru. Di awal pekan lalu, BTC menembus angka $114.000 dan terus meningkat yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor dan aktivitas akumulasi yang kuat. Kapitalisasi pasar mencapai sekitar $2,27 triliun dengan volume perdagangan harian meningkat lebih dari 13%, menandakan minat perdagangan yang kuat.
Analisis Teknikal BTC
Dari sisi analis teknikal ini yang perlu diperhatikan:
- BTC mencatat potensi breakout di titik $115.000, dengan target ke $117.800 dan bahkan bisa menguji kembali level tertinggi di dekat $122.300 yang sempat ditembus BTC pada 12 Agustus sebelum sedikit melemah.
- Level support di antara harga $117.650 dan $115.650, sehingga jika BTC turun ke kisaran ini, level tersebut bisa menjadi pijakan untuk naik lebih tinggi.
- Ada kemungkinan koreksi jangka pendek ke kisaran $110.000 hingga $112.000, tetapi tren keseluruhan masih positif karena BTC melanjutkan kenaikannya setelah koreksi kecil.
- Meskipun beberapa koreksi jangka pendek terjadi, level support utama mempertahankan kepercayaan investor, menjadikan penembusan di atas $120.000 sebagai titik krusial.
- BTC berpotensi naik ke harga mendekati $130.000-$137.000.
Lonjakan harga juga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor makroekonomi yang lebih luas seperti data IHK AS terbaru yang stabil di 2,7% year-on-year yang memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve pada bulan September, dengan peluang pasar melonjak hingga hampir 94%. Suku bunga yang lebih rendah umumnya mengurangi biaya peluang memegang aset berisiko seperti BTC, sehingga menarik lebih banyak modal ke pasar crypto.

Analisis Harga ETH
ETH menunjukkan momentum bullish yang kuat dengan harganya melonjak mendekati $4.635, menempatkannya hanya sekitar 4,7% di bawah level tertinggi sepanjang masanya pada November 2021. Kenaikan mingguan ETH yang signifikan sekitar 28% membangkitkan minat investor dan memposisikannya bersama BTC sebagai aset berkinerja utama. Selisih harga yang semakin menyempit antara ETH dan BTC mencerminkan penguatan posisi pasar ETH dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap peningkatan teknologi dan jaringannya.
Analisis Teknikal ETH
Secara teknis, investor ETH perlu memperhatikan ini:
- ETH telah menembus level resistance kunci di sekitar $4.092 dan menghadapi resistance di kisaran $4.300 hingga $4.350. Meskipun zona resistance ini telah diuji beberapa kali, tren harga secara keseluruhan tetap bullish.
- Analis menunjukkan ETH saat ini diperdagangkan dalam gelombang impuls naik dan mungkin akan terus naik menuju level resistance kuat di sekitar $5.000.
- Level support berada di sekitar $4.225 hingga $4.386, dengan potensi koreksi yang diperkirakan akan terjadi tetapi dibatasi oleh batas-batas ini, menunjukkan tekanan beli yang berkelanjutan dari para trader.
- Jika ETH menembus zona resistensi di sekitar $4.750 hingga $4.869, terdapat ruang untuk kenaikan lebih lanjut dengan beberapa proyeksi bullish bahkan menunjukkan target di atas $8.000 jika BTC juga reli dengan kuat.
- Namun, para pedagang tetap berhati-hati terhadap potensi koreksi yang dapat menguji level support yang lebih rendah di dekat $3.900 dan $3.700 sebelum pergerakan naik lebih lanjut.
Sentimen pasar menunjukkan keberhasilan menembus dan menutup di atas level psikologis $4.000 yang telah berulang kali diuji ETH dalam beberapa minggu terakhir, sangat penting untuk mempertahankan momentum kenaikan. Data historis menunjukkan bahwa kegagalan bertahan di atas level ini dalam beberapa tahun terakhir telah menyebabkan penurunan substansial, tetapi penembusan yang berhasil dapat membuka jalan bagi pencapaian harga tertinggi baru.

Analisis Altcoin

Pasar altcoin menunjukkan hasil yang bervariasi dan sentimen pasar secara keseluruhan tetap positif, didukung oleh pembacaan “Greed” pada Crypto Fear & Greed Index yang memperlihatkan optimisme para pedagang di tengah beberapa fluktuasi harga yang tajam.
Berikut daftar altcoin dengan performa variatifnya:
- Altcoin seperti Toncoin, Story, XDC Network, Cronos (CRO), dan TRON berhasil menahan tekanan dan menunjukkan potensi kenaikan. Koin-koin ini mengungguli banyak koin lain di 100 teratas, dengan proyek-proyek DeFi kembali menguat karena TVL naik mendekati level Mei 2022 mencapai sekitar $135 miliar.
- SOL dan BNB juga mencatat kenaikan yang solid
- Namun, tidak semua altcoin berpartisipasi secara merata dalam reli. Altcoin seperti ADA, XRP, dan DOGE mengalami sedikit penurunan.
Indeks altseason berada di angka 37 dari 100, menunjukkan sebagian besar altcoin belum mengungguli BTC selama 90 hari terakhir, sehingga mencerminkan pasar yang selektif di mana investor lebih cermat dan fokus pada fundamental token individual daripada mengikuti secara membabi buta tanpa arah yang jelas.
Analisis On-Chain

Berita Seputar Altcoins
- Grayscale Ajukan ETF Dogecoin dengan Ticker “GDOG”. Grayscale melangkah maju dengan rencana meluncurkan ETF Dogecoin bernama Grayscale Dogecoin Trust ETF dengan ticker GDOG, menurut dokumen terbaru yang diajukan ke SEC. Jika disetujui, ETF ini akan diperdagangkan di NYSE Arca. Langkah ini mengikuti perubahan sikap SEC yang kini lebih ramah terhadap ETF crypto, setelah sebelumnya menyetujui ETF spot Bitcoin dan Ethereum. Selain Grayscale, beberapa perusahaan lain seperti Rex-Osprey dan Bitwise juga tengah mengajukan proposal serupa untuk berbagai aset crypto, mulai dari SOL hingga XRP.
Berita Lainnya dari Dunia Crypto dalam Sepekan Terakhir
- Thailand Luncurkan TouristDigiPay, Turis Bisa Belanja Pakai Crypto. Pemerintah Thailand bersiap meluncurkan inisiatif TouristDigiPay bulan ini, memungkinkan turis asing menukar aset kripto menjadi baht untuk berbelanja di merchant lokal. Program ini akan diumumkan resmi oleh Menteri Keuangan Pichai Chunhavajira. Walau daftar resmi token belum dirilis, kemungkinan hanya mencakup aset yang disetujui SEC Thailand seperti Bitcoin, Ethereum, XRP, Stellar, USDC, dan USDT. Pilot project ini diawali dengan pembayaran melalui QR code, dengan rencana ke depan untuk integrasi kartu debit dan kredit asing. Langkah ini diambil guna menarik kembali turis, khususnya dari China, setelah jumlah kunjungan turun 6% dan pendapatan pariwisata internasional turun 4,2% pada tujuh bulan pertama 2025.
Performa Aset Crypto Sepekan Terakhir

Aset Crypto dengan Performa Terbaik
- Mantle (MNT) +21.52%
- Aerodrome Finance (AERO) +13.07%
- Chainlink (LINK) +12.85%
- Cardano (ADA) +11.92%
Aset Crypto dengan Performa Terburuk
- SPX6900 (SPX) -25.98%
- Pudgy Penguins (PENGU) -23.00%
- Bonk (BONK) -19.49%
- Conflux (CFX) -18.73%
Referensi
- Sarah Wynn, Grayscale seeks nod from US SEC for Dogecoin ETF under the ticker ‘GDOG’, theblock, diakses pada 18 Agustust 2025.
- Kyle Baird, ****Thailand pitches crypto-to-baht QR payments sandbox to revive slowing tourism, dlnews, diakses pada 18 Agustust 2025.