Kategori
Investasi

Apa itu Apple (AAPLx)?

Reading Time: 8 minutes

Apple Inc. adalah salah satu perusahaan Big Tech paling bernilai di dunia, terus menopang pasar saham global. Hingga akhir Desember 2025, sahamnya berada di kisaran $271, naik lebih dari 8% sejak awal tahun, didorong oleh ekosistem iPhone, Apple Silicon, dan bisnis layanan seperti App Store, iCloud, serta Apple Pay. Kini, melalui tokenisasi seperti AAPLX, investor dapat mengakses eksposur harga saham Apple secara on-chain, fraksional, dan 24/7 tanpa broker tradisional. Dalam artikel ini akan membahas tentang cara kerja AAPLX, performanya, perbedaannya dengan saham apple biasa, hingga cara membeli AAPLX di Pintu!

Ringkasan Artikel

  • 🍏 Apple (AAPL) merupakan salah satu perusahaan Big Tech paling bernilai dengan market cap sekitar US$4 triliun dan pendapatan TTM lebih dari US$435 miliar.
  • 🔗 AAPLX adalah tokenized stock yang merepresentasikan eksposur harga saham Apple secara 1:1 di blockchain tanpa hak suara dan dividen langsung.
  • ⚙️ Model AAPLX memungkinkan kepemilikan fraksional, perdagangan hampir 24/7, dan integrasi dengan ekosistem kripto serta DeFi.
  • 📊 Secara fundamental, Apple menunjukkan pertumbuhan jangka panjang yang kuat meski valuasi P/E dan P/S berada di level premium dalam beberapa tahun terakhir.
  • ⚖️ Investasi AAPLX memiliki kelebihan akses fleksibel dan transparansi on-chain, namun tetap mengandung risiko regulasi, likuiditas, serta ketergantungan pada penerbit.

Sejarah Apple Inc.

Apple Inc. didirikan pada 1 April 1976 oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne dengan nama Apple Computer Company di Cupertino, California. Produk pertamanya, Apple I, dipasarkan kepada komunitas hobiis komputer dan menjadi fondasi awal bisnis perusahaan. Pada 1977, Apple II diluncurkan dan menjadi salah satu komputer pribadi pertama yang sukses secara komersial. Keberhasilan ini mendorong Apple melaksanakan IPO pada 12 Desember 1980 dengan harga awal US$22 per saham.

Pada 1984, Apple memperkenalkan Macintosh yang mempopulerkan antarmuka grafis (GUI) dan penggunaan mouse dalam komputer pribadi. Meski inovatif, perusahaan menghadapi persaingan ketat dari PC berbasis IBM serta konflik internal manajemen. Steve Jobs kemudian meninggalkan Apple pada 1985. Kinerja perusahaan menurun hingga akuisisi NeXT pada 1996 yang membawa Jobs kembali dan memulai fase restrukturisasi strategis.

Memasuki era 2000-an, Apple bertransformasi menjadi perusahaan teknologi konsumen terintegrasi. Peluncuran iPod (2001), iTunes Store (2003), dan iPhone (2007) mengubah industri musik dan telekomunikasi global. Pada 2007, nama perusahaan resmi berubah menjadi Apple Inc. untuk mencerminkan diversifikasi bisnisnya. Selanjutnya, Apple mengembangkan ekosistem perangkat dan layanan seperti iPad, Apple Watch, App Store, iCloud, dan Apple Pay.

Apa itu AAPLX?

AAPLX adalah token saham Apple yang ditokenisasi (tokenized stock) dan dirancang untuk merepresentasikan eksposur harga saham Apple Inc. secara 1:1 di blockchain. Token ini memungkinkan investor mengakses pergerakan harga saham Apple tanpa harus membuka akun broker tradisional, serta dapat diperdagangkan melalui infrastruktur kripto. AAPLX umumnya diterbitkan dalam standar token seperti ERC-20 atau jaringan lain yang kompatibel dengan ekosistem DeFi. Namun, kepemilikan AAPLX tidak memberikan hak suara atau hak dividen langsung seperti pemegang saham Apple.

Cara Kerja Saham Apple Tertokenisasi

Saham Apple tertokenisasi bekerja dengan menerbitkan token digital di blockchain yang merepresentasikan eksposur harga saham Apple (AAPL) di pasar tradisional. Dalam model yang umum digunakan, setiap token didukung 1:1 oleh saham Apple yang disimpan oleh kustodian teregulasi, lalu token dicetak (minted) sesuai jumlah saham yang dimiliki.

Struktur ini memungkinkan kepemilikan fraksional serta perdagangan melalui platform kripto tanpa harus membuka rekening broker saham. Seluruh transaksi dan kepemilikan tercatat secara on-chain sehingga dapat diverifikasi secara publik.

Selain model berbasis aset riil (asset-backed), terdapat pula struktur sintetik yang melacak harga saham melalui mekanisme derivatif tanpa memiliki saham fisik secara langsung. Tokenized stock umumnya dapat diperdagangkan hampir 24/7 di ekosistem kripto, berbeda dengan saham konvensional yang mengikuti jam bursa resmi. Meskipun mengikuti pergerakan harga AAPL, pemegang token biasanya tidak memperoleh hak suara maupun dividen langsung seperti pemegang saham biasa.

Performa Saham AAPL dari Tahun 2021 – 2026

Market cap Apple (AAPL) Tahun 1996 – 2026

Sumber: Companiesmarketcap

Grafik tersebut menunjukkan perkembangan kapitalisasi pasar Apple (AAPL) dari tahun 1996 hingga awal 2026 dengan tren kenaikan yang sangat signifikan dalam dua dekade terakhir. Pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, nilai pasar Apple masih relatif kecil dan bergerak datar, sebelum mulai meningkat secara bertahap setelah pertengahan 2000-an seiring peluncuran produk-produk utama seperti iPhone.

Kenaikan menjadi semakin tajam setelah 2019, ketika kapitalisasi pasar Apple menembus $1 triliun, lalu melampaui $2 triliun pada 2020 dan terus naik hingga di atas $3 triliun pada periode 2023–2025. Pada Desember 2025, kapitalisasi pasar Apple sempat mencapai sekitar $4,14 triliun, dan pada Februari 2026 berada di kisaran $4,049 triliun, menjadikannya salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.

Revenue Apple Tahun 1996 – 2025

Sumber: Companiesmarketcap

Grafik tersebut menampilkan perkembangan pendapatan (revenue) Apple dari 1996 hingga 2025 dengan tren kenaikan jangka panjang yang sangat kuat. Pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, pendapatan Apple relatif rendah dan tumbuh secara bertahap, sebelum meningkat signifikan setelah 2010 seiring ekspansi iPhone dan ekosistem produknya.

Pertumbuhan menjadi semakin tajam pada periode 2010–2015 ketika pendapatan melampaui $200 miliar, meskipun sempat mengalami koreksi ringan sekitar 2016. Memasuki 2020-an, pendapatan kembali melonjak dan mencapai sekitar $435,61 miliar (TTM) pada 2025, naik dari sekitar $395,76 miliar pada 2024, mencerminkan ekspansi berkelanjutan pada lini perangkat dan layanan digital Apple.

P/E Ratio dan P/S Ratio Apple Tahun 2001 – 2025

Sumber: Companiesmarketcap

Grafik diatas menunjukkan perkembangan rasio Price-to-Earnings (P/E) Apple dari 2001 hingga 2025 yang cenderung fluktuatif namun stabil dalam jangka panjang. Pada awal 2000-an, rasio P/E sempat bergejolak tajam, termasuk periode negatif akibat tekanan laba, sebelum kembali ke kisaran yang lebih wajar. Sepanjang 2010-an, P/E relatif berada di rentang belasan hingga 20-an, mencerminkan pertumbuhan laba yang lebih stabil. Per Februari 2026, rasio P/E (TTM) berada di sekitar 34,8, lebih rendah dibanding akhir 2024 yang sempat mendekati 39,5.

Sumber: Companiesmarketcap

Grafik kedua memperlihatkan rasio Price-to-Sales (P/S) Apple dari 2001 hingga 2025 dengan tren kenaikan struktural dalam dekade terakhir. Pada awal 2000-an, P/S berada di kisaran rendah sekitar 1–2 kali penjualan, lalu meningkat seiring ekspansi bisnis iPhone dan layanan. Setelah 2020, rasio ini naik signifikan dan bertahan di level tinggi, mencerminkan valuasi pasar yang semakin premium terhadap pendapatan Apple. Per Februari 2026, rasio P/S (TTM) tercatat sekitar 9,30, sedikit di atas posisi akhir 2025 yang berada di kisaran 9,23.

Kelebihan dan Risiko AAPLX

AAPLX sebagai saham Apple yang ditokenisasi menawarkan cara baru untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga AAPL melalui ekosistem blockchain. Instrumen ini menghadirkan sejumlah keunggulan seperti akses yang lebih fleksibel dan kepemilikan fraksional, namun tetap disertai risiko struktural, regulasi, dan volatilitas pasar kripto yang perlu dipahami investor sebelum berinvestasi.

Kelebihan

Berikut adalah beberapa kelebihan berinvestasi di AAPLX:

AspekPenjelasan Singkat
Akses Global FleksibelMemberikan eksposur harga AAPL melalui platform kripto dengan akses yang lebih fleksibel dibanding jam bursa saham AS.
Kepemilikan FraksionalDapat membeli dalam nominal kecil tanpa harus membeli satu saham penuh.
Tanpa Broker TradisionalAkses melalui wallet dan exchange kripto tanpa rekening sekuritas konvensional.
Transparansi On-ChainTransaksi tercatat di blockchain publik dan dapat diverifikasi.
Integrasi DeFiDapat digunakan dalam ekosistem kripto seperti trading atau strategi DeFi tertentu.

Risiko

Di sisi lain, instrumen ini juga memiliki keterbatasan struktural dan risiko, yakni:

AspekPenjelasan Singkat
Tanpa Hak Pemegang SahamTidak memperoleh hak suara atau dividen langsung dari Apple.
Risiko RegulasiBergantung pada aturan hukum di masing-masing negara.
Ketergantungan PenerbitNilai token bergantung pada kepatuhan dan kustodi penerbit.
Likuiditas BervariasiVolume dan spread berbeda antar platform.
Risiko Pasar KriptoTetap terpapar volatilitas dan potensi deviasi harga di pasar kripto.

Perbedaan AAPLX dan Saham Apple Biasa

AspekAAPLX (Tokenized Apple Stock)Saham Apple Biasa (AAPL)
Bentuk AsetToken digital di blockchain yang merepresentasikan eksposur harga saham Apple dan biasanya didukung 1:1 oleh saham atau instrumen acuan melalui kustodian.Saham resmi Apple Inc. yang tercatat dan diperdagangkan di bursa seperti NASDAQ.
Tempat PenyimpananDisimpan di wallet kripto (on-chain).Disimpan di rekening sekuritas melalui broker resmi.
Jam PerdaganganUmumnya dapat diperdagangkan hampir 24/7 di platform kripto, tergantung kebijakan exchange.Diperdagangkan hanya pada jam bursa saham AS (Senin–Jumat, jam pasar NASDAQ).
Kepemilikan FraksionalMendukung pembelian dalam nominal kecil secara fleksibel.Beberapa broker mendukung fractional shares, tetapi tergantung kebijakan masing-masing platform.
Hak Pemegang SahamTidak memberikan hak suara atau dividen langsung dari Apple.Memberikan hak suara dan dividen sesuai kebijakan perusahaan.
RegulasiBerada di area regulasi kripto dan sekuritisasi digital yang berbeda-beda antar negara.Diatur secara ketat oleh otoritas pasar modal seperti SEC di Amerika Serikat.
Integrasi EkosistemDapat digunakan dalam ekosistem kripto dan DeFi tertentu, tergantung platform.Tidak terintegrasi langsung dengan protokol DeFi tanpa perantara.
Risiko TambahanBergantung pada penerbit token, kustodian, serta risiko likuiditas pasar kripto.Risiko utama berasal dari kinerja perusahaan dan volatilitas pasar saham.

Performa Saham Apple vs Saham Teknologi Lainnya Menurut Ahli Crypto di X

  • Apple (AAPL) Posisi Kedua dalam Pendapatan Big 4 Tech $1,86 Triliun

Menurut Charlie Bilello di X, total pendapatan gabungan Amazon, Apple (AAPL), Google, dan Microsoft dalam 12 bulan terakhir mencapai sekitar US$1,86 triliun. Amazon memimpin dengan sekitar US$717 miliar, diikuti Apple di posisi kedua dengan sekitar US$436 miliar. Google dan Microsoft masing-masing mencatat sekitar US$403 miliar dan US$305 miliar. Secara total, angka tersebut disebut lebih besar dibanding PDB hampir seluruh negara di dunia kecuali 13 negara terbesar.

  • Proyeksi Belanja CAPEX Big Tech 2026 untuk AI

Menurut @StockMKTNewz di X, perusahaan Big Tech berencana meningkatkan belanja modal (CAPEX) secara signifikan pada 2026 untuk mendukung ekspansi di bidang kecerdasan buatan (AI). Amazon diproyeksikan memimpin dengan alokasi sekitar $200 miliar (+60% YoY), diikuti Google $180 miliar (+97%), Meta $125 miliar (+73%), dan Microsoft US$117,5 miliar (+41%). Tesla juga mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi secara persentase sebesar +135% dengan total belanja sekitar US$20 miliar. Lalu, disusul oleh Apple (AAPL) yang diperkirakan mengalokasikan sekitar $13 miliar untuk CAPEX pada 2026 dengan pertumbuhan tahunan +2%.

Regulasi Tokenized Stock Seperti AAPLX

Tokenized stock seperti AAPLX dipandang sebagai instrumen sekuritas digital dan umumnya tetap tunduk pada aturan sekuritas tradisional walaupun dibangun di atas teknologi blockchain. Di Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC) menegaskan bahwa sekuritas berbasis blockchain harus mematuhi federal securities laws, termasuk kewajiban pendaftaran dan pengungkapan jika terkait dengan saham yang mendasarinya.

Di Indonesia, regulasi aset digital telah mengalami perubahan besar dengan penyesuaian kerangka hukum oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sejak 10 Januari 2025, kewenangan regulasi dan pengawasan terhadap aset keuangan digital termasuk aset kripto telah dialihkan dari Bappebti ke OJK berdasarkan Government Regulation No. 49 of 2024 dan OJK Regulation No. 27 of 2024, yang mengklasifikasikan crypto sebagai digital financial assets dan mengharuskan aktivitas terkait mematuhi aturan OJK.

Contoh Lain Tokenized Stock Selain AAPLX

Selain AAPLX, terdapat berbagai tokenized stock lain yang merepresentasikan saham perusahaan global maupun ETF populer dalam bentuk aset digital berbasis blockchain. Instrumen-instrumen ini memungkinkan investor memperoleh eksposur harga saham tertentu melalui ekosistem kripto dengan mekanisme on-chain. Beberapa contoh tokenized stock adalah:

TickerNama Tokenized StockPenjelasan Singkat
TSLAXTesla xStockToken yang merepresentasikan saham Tesla Inc., memungkinkan eksposur harga Tesla melalui blockchain.
SLVONiShares Silver Trust (Ondo)Token yang mencerminkan iShares Silver Trust ETF, memberi eksposur pada pasar perak dalam format kripto.
CRCLXCircle xStockToken yang mengikuti harga saham Circle Internet Financial, perusahaan di balik stablecoin USDC.
NVDAXNVIDIA xStockToken yang mencerminkan saham NVIDIA Corporation, salah satu perusahaan semikonduktor terbesar dunia.
GOOGLXAlphabet xStockToken yang melacak harga saham Alphabet Inc., perusahaan induk Google.

Bagaimana Cara Membeli Apple (AAPLX) di Pintu?

Di Pintu, pembelian AAPLX dapat dimulai dengan nominal yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp11.000, sehingga pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap valuasi Alphabet tanpa modal besar.

Selain AAPLX Pintu juga menyediakan berbagai tokenized stock lain seperti CRCLX, HOODX, QQQX, dan aset sejenis lainnya melalui laman Market Tokenized Stocks, memungkinkan pengguna mengakses beragam saham global dalam bentuk on-chain dengan mudah.

Berikut cara mudah beli AAPLX di Pintu:

  1. Masuk ke homepage Pintu.
  2. Masuk ke laman Market.
  3. Cari dan pilih aset crypto AAPLX.
  4. Masukkan nominal yang ingin kamu beli, dan ikuti terus langkah-langkah selanjutnya.

Kesimpulan

AAPLX menghadirkan cara modern untuk mendapatkan eksposur terhadap saham Apple melalui mekanisme blockchain yang fleksibel dan fraksional. Dengan fundamental Apple yang kuat serta posisi sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar dunia, tokenisasi saham membuka akses baru bagi investor kripto. Namun, perbedaan hak kepemilikan, risiko regulasi, dan struktur penerbitan tetap perlu dipahami sebelum berinvestasi. Pendekatan yang rasional dan berbasis pemahaman risiko menjadi kunci dalam memanfaatkan peluang tokenized stock seperti AAPLX.

Disclaimer: Semua artikel dari Pintu Academy ditujukan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan.

Referensi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *