Tokenized stocks semakin menarik perhatian karena menghadirkan cara baru untuk mendapatkan eksposur ke saham global melalui teknologi blockchain. Salah satu contohnya adalah Microsoft Tokenized Stock atau MSFTon, yaitu token yang dirancang untuk mewakili saham Microsoft dalam bentuk aset digital on-chain. Lalu, apa itu MSFTon dan bagaimana cara kerjanya? Simak selengkapnya!
Ringkasan Artikel:
- ⛓️ MSFTon adalah aset berbasis blockchain yang mewakili saham Microsoft.
- 🪞 MSFTon dirancang untuk mengikuti total return saham Microsoft (MSFT).
- 🧳 Berbeda dengan saham MSFT tradisional, MSFTon bisa dipindahkan antar-wallet kripto.
- 💰 Pada 7 April 2026, kapitalisasi pasar Microsoft berada di sekitar $2,75 triliun.
Apa itu Microsoft Tokenized Stock (Ondo)?
Microsoft tokenized stock Ondo dengan ticker MSFTon adalah aset berbasis blockchain yang merepresentasikan saham Microsoft Corporation dalam bentuk token. Token ini diterbitkan oleh Ondo Global Markets dan dirancang agar didukung penuh oleh saham Microsoft asli yang disimpan oleh kustodian dalam struktur Global Markets milik Ondo.
Dengan demikian, pemegang MSFTon bisa mendapatkan eksposur ekonomi yang mirip seperti memiliki saham MSFT secara langsung, termasuk manfaat dividen yang secara otomatis diinvestasikan kembali. Nilai setiap token juga mengikuti total return saham Microsoft, sehingga pergerakannya mencerminkan kinerja jangka panjang perusahaan tersebut.
Berbeda dari saham Microsoft biasa yang diperdagangkan di NASDAQ melalui broker tradisional, MSFTon diperdagangkan di blockchain publik dan bursa kripto. Dalam mekanismenya, Ondo menyimpan saham Microsoft asli melalui kustodian yang teregulasi, lalu menerbitkan token yang mencerminkan nilai saham tersebut bagi investor non-AS yang memenuhi syarat.
Melalui skema ini, investor dapat memperoleh eksposur ekonomi yang setara dengan memiliki saham MSFT beserta dividen yang langsung direinvestasikan, dengan akses perdagangan selama 24 jam sehari, 5 hari seminggu, serta koneksi langsung ke likuiditas pasar saham AS tradisional.
Bagaimana Cara Kerja Tokenisasi Aset MSFTon?
MSFTon bekerja dengan mekanisme umum saham tokenisasi milik Ondo. Secara sederhana, token ini dirancang untuk mengikuti total return saham Microsoft (MSFT) dan didukung penuh oleh saham acuan yang disimpan secara off-chain.
1. Jaminan Aset dan Kustodi
Entitas khusus milik Ondo membeli dan menyimpan saham Microsoft di akun pialang melalui kustodian yang teregulasi. Token MSFTon kemudian diterbitkan untuk merepresentasikan eksposur terhadap saham tersebut, termasuk efek dividen yang diinvestasikan kembali setelah dipotong pajak.
Pemegang token tidak memiliki hak kepemilikan hukum langsung atas saham MSFT, tetapi tetap memperoleh eksposur ekonomi yang dirancang agar setara dengan strategi “memiliki saham MSFT dan menginvestasikan kembali dividennya” dalam jangka waktu tertentu.
2. Proses Minting dan Redemption
Pengguna non-AS yang memenuhi syarat dapat melakukan minting MSFTon dengan menyetorkan stablecoin atau dana tunai ke platform Ondo Global Markets. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli saham MSFT yang menjadi aset dasar, lalu token diterbitkan kepada pengguna.
Sebaliknya, token juga dapat ditukarkan kembali menjadi stablecoin atau tunai berdasarkan NAV pada jam perdagangan, dengan Ondo meneruskan order ke pasar saham AS tradisional. Selain itu, token MSFTon juga dapat diperdagangkan secara terpisah di pasar sekunder dan platform lain yang mendukung.
3. Pelacakan Harga dan Likuiditas
Harga MSFTon mengikuti harga saham Microsoft yang menjadi aset dasarnya melalui beberapa mekanisme berikut:
- Harga MSFT secara real-time dari bursa tradisional.
- Sistem RFQ dan market making milik Ondo.
- Likuiditas on-chain di jaringan Ethereum dan BNB Chain, serta order book di bursa terpusat dan terdesentralisasi.
Karena proses minting dan redemption dirancang agar cepat dan minim hambatan, arbitrase dapat membantu menjaga harga MSFTon tetap dekat dengan harga saham MSFT. Mekanisme ini juga mengurangi potensi spread tinggi yang sebelumnya sering muncul pada eksperimen tokenized stock generasi awal.
Lalu, apakah MSFTon didukung oleh saham Microsoft asli? Ya, MSFTon didukung oleh saham Microsoft asli yang dibeli dan disimpan oleh entitas dalam ekosistem Ondo melalui kustodian yang teregulasi.
Meski didukung oleh saham Microsoft asli, ada hal penting yang perlu dibedakan. Yang didukung oleh saham asli adalah tokennya secara ekonomi, bukan berarti pemegang MSFTon memiliki saham Microsoft tersebut secara langsung atas nama pribadi.
Perbedaan MSFTon dan Saham Microsoft (MSFT)

Meskipun MSFTon dirancang mengikuti harga saham Microsoft dan mendapatkan dividen yang diinvestasikan kembali ke aset, instrumen ini tetap berbeda dari kepemilikan saham Microsoft secara langsung. MSFTon berfungsi sebagai representasi on-chain yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas dalam aktivitas trading dan diversifikasi portofolio. Dengan model ini, pengguna dapat menggabungkan kepemilikan Microsoft dengan aset kripto maupun aset tokenisasi lain dalam satu platform. Tetapi, pemilik MSFTon tidak memiliki hak-hak tradisional sebagai pemegang saham.
Beberapa perbedaannya adalah sebagai berikut:
Tidak memiliki hak pemegang saham
Pemegang MSFTon tidak mendapatkan hak suara, tidak menerima dividen secara langsung dari Microsoft, dan tidak memperoleh komunikasi resmi perusahaan sebagaimana pemegang saham biasa.
Berbentuk token, bukan saham terdaftar
Saat memiliki MSFTon, yang dimiliki adalah token di blockchain, bukan saham Microsoft yang terdaftar atas nama investor di akun broker.
Tunduk pada yurisdiksi dan aturan yang berbeda
MSFTon pada umumnya tidak tersedia bagi warga AS dan ditawarkan dalam kerangka regulasi yang berbeda dibandingkan akun pialang ritel di pasar saham Amerika Serikat.
Bisa digunakan dalam ekosistem DeFi
Berbeda dari saham MSFT tradisional, MSFTon dapat dipindahkan menggunakan wallet kripto, digunakan dalam protokol DeFi, atau digabungkan dengan strategi on-chain lain di berbagai platform on-chain.
Keunggulan MSFTon Bagi Investor Crypto
Berikut adalah beberapa keunggulan MSFTon bagi investor crypto:
1. Membuka likuiditas dan menciptakan pasar sekunder
Salah satu keunggulan terbesar tokenisasi aset saham adalah kemampuannya membuka akses kepada aset yang biasanya sulit dimiliki. Melalui tokenisasi, aset-aset yang sebelumnya sulit diperdagangkan dapat diubah menjadi unit digital yang lebih likuid dan mudah diperjualbelikan.
Dengan model ini, pemilik aset tidak harus menjual seluruh asetnya untuk memperoleh dana, tetapi cukup melepas sebagian kepemilikan dalam bentuk token. Beberapa aspek penting dari peningkatan likuiditas melalui tokenisasi meliputi:
- Pembentukan pasar sekunder
Setelah penawaran awal dilakukan, token dapat diperdagangkan secara bebas di pasar sekunder, termasuk di decentralized exchange (DEX).
- Menarik basis investor yang lebih luas
Kehadiran pasar sekunder yang likuid membuat penerbit aset lebih mudah menjangkau investor yang lebih beragam, terutama mereka yang menghargai fleksibilitas dalam memperjualbelikan investasinya. Selain itu, banyak investor yang tidak bisa mengakses pasar saham AS kini bisa membeli saham perusahaan seperti Microsoft.
2. Biaya lebih rendah dan penyelesaian transaksi lebih cepat
Tokenisasi aset seperti MSFTon memanfaatkan teknologi blockchain dan smart contract untuk menyederhanakan proses tersebut. Smart contract menjadi fondasi utama dalam sistem tokenisasi karena mampu menggantikan banyak proses manual. Otomatisasi ini membawa sejumlah peningkatan penting, antara lain:
- Mengurangi hambatan dan ketergantungan pada perantara
Dengan mengotomatisasi proses seperti pemeriksaan kepatuhan, pembayaran dividen, dan perpindahan kepemilikan, smart contract dapat mengurangi kebutuhan akan perantara. Akibatnya, biaya transaksi menjadi lebih rendah dan proses yang sebelumnya lambat bisa dipercepat.
- Penyelesaian transaksi yang hampir instan
Di pasar tradisional, penyelesaian transaksi umumnya mengikuti siklus T+2, yang berarti transaksi baru benar-benar selesai dalam beberapa hari. Dalam sistem tokenisasi, aset dapat diselesaikan hampir secara real-time, sehingga risiko ini berkurang dan efisiensi penggunaan modal meningkat.
- Pengelolaan aset yang lebih sederhana
Smart contract memungkinkan distribusi pendapatan dilakukan secara otomatis kepada pemegang token, misalnya pendapatan sewa dari properti yang ditokenisasi atau pembayaran bunga dari obligasi tokenisasi.
3. Kepemilikan fraksional dan akses pasar yang lebih luas
Tokenisasi mengubah konsep kepemilikan fraksional, yaitu membagi aset bernilai tinggi menjadi unit-unit yang lebih kecil, lebih terjangkau, dan dapat diperdagangkan. Beberapa keunggulan utamanya adalah:
- Menurunkan hambatan masuk
Dengan membagi kepemilikan aset menjadi fraksi-fraksi kecil, tokenisasi memungkinkan individu berinvestasi pada aset yang sebelumnya sulit dijangkau. Sebagai contoh, investor tidak perlu menyiapkan jutaan dolar, melainkan cukup membeli token yang mewakili sebagian kecil dari aset tertentu, bahkan mulai dari $1.
- Menjangkau investor global
Jaringan blockchain pada dasarnya bersifat tanpa batas geografis. Hal ini memungkinkan penerbit aset menjangkau investor dari berbagai negara tanpa harus menghadapi kerumitan sistem keuangan lintas negara seperti pada mekanisme tradisional.
Risiko Membeli Tokenized Stocks Microsoft
Meski menawarkan banyak keunggulan, tokenized stocks Microsoft tetap memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan. Sebagai teknologi yang masih relatif baru, tantangan keamanannya umumnya berasal dari tiga aspek utama, yaitu risiko teknologi, risiko pasar, dan risiko regulasi.
Risiko Teknologi
Walaupun smart contract membuat proses menjadi lebih efisien, kelemahan dalam kode yang digunakan tetap bisa dimanfaatkan oleh peretas dan berpotensi menyebabkan kehilangan aset. Selain itu, gangguan pada keamanan maupun stabilitas jaringan blockchain juga dapat memengaruhi fungsi token secara keseluruhan.
Risiko lain datang dari kegagalan oracle, yaitu sistem yang menyediakan data harga secara real-time. Jika oracle tidak bekerja dengan baik, harga token bisa menyimpang dari harga saham aslinya.
Risiko Pasar
Pasar tokenisasi aset saham masih berada pada tahap awal perkembangan, banyak platform yang memiliki likuiditas relatif rendah. Kondisi ini dapat menimbulkan kendala saat pasar sangat volatil atau ketika aktivitas perdagangan menurun. Dalam situasi seperti itu, selisih antara harga beli dan harga jual bisa melebar, bahkan pada waktu tertentu transaksi dapat menjadi sulit atau sementara tidak bisa dilakukan.
Risiko Regulasi
Kerangka hukum untuk tokenized stocks sampai saat ini masih terus berkembang di berbagai negara, dan pendekatan regulasinya pun belum seragam. Ketidakpastian ini menciptakan risiko tambahan bagi investor.
Otoritas seperti European Securities and Markets Authority (ESMA) telah mengingatkan bahwa beberapa produk tokenized stocks mungkin tidak memberikan hak pemegang saham yang sesungguhnya, seperti hak suara, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman bagi investor.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Investasi di MSFTon
Saat berhadapan dengan instrumen baru, sikap yang paling tepat adalah tetap terbuka untuk belajar, tetapi juga berhati-hati. Berikut adalah hal-hal yang perlu dipertimbangkan:
Verifikasi penerbit dan kustodian
Cari tahu perusahaan mana yang menerbitkan token tersebut, lalu pelajari latar belakang dan reputasinya. Yang tidak kalah penting, pastikan juga lembaga keuangan teregulasi mana yang bertugas menyimpan saham asli yang diklaim sebagai aset dasar token tersebut.
Periksa model dukungan asetnya
Pastikan apakah token benar-benar dipatok 1:1 dengan saham asli. Beberapa produk mungkin hanya berbentuk kontrak derivatif yang meniru pergerakan harga saham, tanpa benar-benar memiliki saham dasar yang mendukungnya.
Nilai aspek keamanan teknis
Utamakan token yang diterbitkan di blockchain besar yang sudah teruji. Selain itu, periksa juga rekam jejak keamanan platform tempat token diperdagangkan, termasuk bagaimana platform tersebut melindungi aset pengguna.
Perhatikan likuiditas dan spread
Sebelum melakukan transaksi, amati volume perdagangan token dan selisih antara harga beli dan harga jual.
Performa Saham Microsoft
Setelah mengenal MSFTon lebih jauh, pertanyaan berikutnya yang mungkin muncul adalah apakah MSFTon cocok untuk jangka panjang. Untuk membantu menjawabnya, salah satu hal yang perlu dilihat adalah bagaimana kinerja saham Microsoft sebagai aset dasarnya.
Pertumbuhan Kapitalisasi Pasar Microsoft (1996–2026)

Grafik di atas menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar Microsoft mengalami pertumbuhan jangka panjang yang sangat kuat dari 1996 hingga 2026, meskipun perjalanannya tidak selalu mulus. Pada akhir 1990-an, valuasi Microsoft naik tajam, lalu mencapai puncak awal sekitar periode 1999–2000. Setelah itu, nilainya mengalami koreksi cukup besar dan bergerak relatif datar dalam waktu yang panjang sepanjang dekade 2000-an hingga awal 2010-an.
Fase pertumbuhan kapitalisasi pasar Microsoft yang benar-benar agresif mulai terlihat setelah pertengahan 2015-an. Sejak periode itu, kapitalisasi pasar Microsoft meningkat secara konsisten dan kemudian melesat sangat cepat menjelang 2020-an, yakni mencapai level lebih dari $2 triliun hingga tahun 2025 yang mencetak level $3,9 triliun.
Secara keseluruhan, titik data terbaru pada grafik menunjukkan bahwa pada 7 April 2026, kapitalisasi pasar Microsoft berada di sekitar $2,75 triliun, mengalami penurunan dari level tertingginya.
Tren Pendapatan Microsoft (1996–2025)

Grafik revenue di atas memperlihatkan bahwa pendapatan Microsoft tumbuh sangat kuat dalam jangka panjang, dari level yang masih relatif kecil pada akhir 1990-an hingga mencapai sekitar $305,45 miliar pada 2025.
Pada fase 1996 hingga pertengahan 2000-an, kenaikan pendapatan berlangsung stabil. Lalu, grafik menunjukkan adanya beberapa titik pelemahan, terutama sekitar akhir 2000-an dan pertengahan 2010-an, sebelum kembali melanjutkan tren naik.
Perubahan paling menonjol terlihat sejak akhir 2010-an hingga 2025. Pada periode ini, kurva pendapatan menjadi jauh lebih curam, menandakan akselerasi pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dekade sebelumnya. Jika pada sekitar 2017 pendapatan masih berada di bawah $100 miliar, maka dalam beberapa tahun berikutnya Microsoft berhasil melampaui $150 miliar, kemudian $200 miliar, dan akhirnya menembus lebih dari $300 miliar pada 2025.
P/S Ratio Microsoft 2001 – 2025

Grafik yang ada menunjukkan bahwa valuasi Microsoft berdasarkan price-to-sales ratio (P/S) mengalami perubahan yang cukup besar dalam periode 2001 hingga 2025. Titik awal yang ditandai pada 31 Maret 2001 menunjukkan angka sekitar 11,9, menandakan bahwa pasar saat itu menghargai saham Microsoft hampir 12 kali dari pendapatannya.
Setelah itu, rasio P/S Microsoft cenderung menurun secara bertahap sepanjang dekade 2000-an. Penurunan ini berlangsung cukup panjang hingga mencapai titik terendah sekitar 2009–2011, ketika P/S bergerak di kisaran 3 hingga 4.
Memasuki pertengahan 2010-an, tren mulai berubah. Rasio P/S Microsoft kembali meningkat secara konsisten. Kenaikan ini menjadi semakin jelas sejak sekitar 2018 dan berlanjut hingga awal 2020-an, ketika P/S sempat berada di kisaran 10 hingga di atas 13.
Pada bagian akhir grafik, rasio P/S Microsoft terlihat menurun lagi dibanding puncak-puncak sebelumnya. Data yang ada menampilkan angka terbaru di sekitar 9,07 untuk April 2026, sementara informasi pada laman CompaniesMarketCap menyebut angka 7,09 sebagai current P/S (TTM).
Cara Beli Microsoft Tokenized Stock di Pintu
Di Pintu, pembelian Microsoft tokenized stock (MSFTon) bisa dimulai dengan nominal yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp11.000, sehingga pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap valuasi Microsoft tanpa modal besar.
Selain MSFTon, Pintu juga menyediakan berbagai tokenized stock lain seperti TSLAX, MAon, dan aset sejenis lainnya melalui laman Market Tokenized Stocks, memungkinkan pengguna mengakses beragam saham global dalam bentuk on-chain dengan mudah.
Berikut cara beli Microsoft Tokenized Stock (MSFTon) di Pintu:
- Masuk ke homepage Pintu.
- Masuk ke laman Market.
- Cari dan pilih aset crypto MSFTon.
- Masukkan nominal yang ingin kamu beli, dan ikuti terus langkah-langkah selanjutnya.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, MSFTon dapat dipahami sebagai tokenized stock yang dirancang untuk memberikan eksposur ekonomi terhadap saham Microsoft dalam format on-chain. Instrumen ini menarik karena menggabungkan karakteristik saham tradisional dengan fleksibilitas ekosistem blockchain, mulai dari akses perdagangan yang lebih luwes, potensi integrasi dengan aset digital lain, hingga kemungkinan pemanfaatan dalam infrastruktur DeFi. Dalam konteks ini, MSFTon bukan sekadar representasi harga saham Microsoft, tetapi juga bentuk baru dari akses investasi yang lebih modern dan efisien.
Disclaimer: Semua artikel dari Pintu Academy ditujukan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan.
Referensi:
- BingX. What Is Ondo’s Microsoft Tokenized Stock (MSFTON) and How to Buy It? Diakses pada 8 April 2026
- Gregg Pascal Zachary, Mark Hall, Karl Montevirgen. Microsoft Corporation. Diakses pada 8 April 2026
- OSL. Are Tokenized Stocks Safe? The Risks You Need to Understand. Diakses pada 8 April 2026
- XBTO. 7 key benefits of tokenizing real-world assets. Diakses pada 8 April 2026