Kategori
Futures Trading Pemula

Cara Menggunakan Take Profit dan Stop Loss

Reading Time: 7 minutes

Di dunia trading crypto yang dikenal dengan volatilitas tinggi, strategi yang matang adalah kunci utama untuk tetap bertahan dan mengelola risiko dengan bijak. Dua elemen paling mendasar dalam manajemen risiko setiap trader adalah Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL). Memahami serta menerapkan kedua instrumen ini secara disiplin menjadi faktor penting untuk mendukung konsistensi dan keberhasilan jangka panjang.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara menyeluruh mengenai TP dan SL dalam trading crypto, mulai dari definisi dasar, alasan pentingnya, cara menentukan level yang tepat, hingga tips praktis untuk memaksimalkan penggunaannya.

Ringkasan Artikel

  • Pengertian TP dan SL: Perintah otomatis yang diatur trader pada platform trading untuk menutup posisi pada level harga tertentu.
  • Pentingnya Menggunakan TP dan SL: Membantu menerapkan manajemen risiko yang terukur, menghindari keputusan emosional, meningkatkan efisiensi waktu, serta membangun disiplin dalam trading.

Apa Itu TP dan SL?

Secara sederhana, TP dan SL adalah perintah otomatis yang trader atur pada platform trading untuk menutup posisi pada level harga tertentu.

  • TP adalah perintah untuk secara otomatis menjual aset crypto ketika harganya mencapai level keuntungan yang telah ditargetkan. Tujuannya adalah untuk mengamankan profit sebelum pasar berpotensi berbalik arah.
  • SL adalah perintah untuk secara otomatis menjual aset crypto ketika harganya turun ke level kerugian yang telah ditentukan. Fungsinya adalah untuk membatasi potensi kerugian dan melindungi modal dari penurunan harga yang lebih dalam.

Kedua perintah ini memang bekerja secara berlawanan, tetapi memiliki tujuan yang sama: membantu trader mengendalikan emosi dalam mengambil keputusan dan mengeksekusi strategi dengan disiplin.

Kenapa TP dan SL Begitu Penting?

Banyak trader pemula mengabaikan pentingnya TP/SL, sering kali karena keserakahan (berharap keuntungan lebih besar) atau ketakutan (tidak mau merealisasikan kerugian). Padahal, mengabaikan keduanya bisa menjadikan jalan cepat menuju kegagalan. Berikut beberapa alasan mengapa TP/SL sangat krusial:

  • Manajemen Risiko yang Terukur: TP/SL memungkinkan trader untuk mendefinisikan dengan jelas berapa banyak keuntungan yang ditargetkan dan berapa besar kerugian yang siap trader tanggung dalam setiap perdagangan. Ini adalah inti dari manajemen risiko.
  • Menghindari Keputusan Emosional: Pasar crypto dapat bergerak dengan sangat cepat, memicu reaksi emosional seperti panik saat harga anjlok atau serakah saat harga meroket. Dengan TP/SL yang sudah diatur sebelumnya menjadikan logika dan strategi yang mengambil alih, bukan emosi sesaat.
  • Otomatisasi dan Efisiensi: Trader tidak perlu terus-menerus memantau pergerakan harga 24/7. Perintah TP/SL akan dieksekusi secara otomatis oleh sistem, bahkan saat sedang tidur atau tidak berada di depan layar. Ini memberikan ketenangan pikiran dan efisiensi waktu.
  • Disiplin Trading: Menerapkan TP/SL secara konsisten akan membangun disiplin trading yang kuat, sebuah sifat yang harus dimiliki oleh semua trader sukses.

Cara Menentukan TP dan SL

Menentukan level TP dan SL yang efektif adalah sebuah seni sekaligus ilmu. Level yang terlalu ketat bisa membuat posisi tertutup oleh fluktuasi harga normal (noise), sedangkan level yang terlalu longgar bisa menyebabkan kerugian yang tidak perlu atau keuntungan yang hilang.

Cara Menentukan TP

Tujuan utama TP adalah untuk mengamankan keuntungan sesuai rencana. Berikut adalah beberapa metode popular untuk menentukan TP:

1. Menggunakan Level Support dan Resistance

  • Support: Support adalah level harga di mana tekanan beli secara historis cukup kuat untuk menahan harga agar tidak turun lebih dalam. Menempatkan TP sedikit di atas level support yang kuat adalah strategi yang umum untuk memastikan order tereksekusi sebelum harga berbalik arah.
TP menggunakan Support untuk Sell/Short Position.
  • Resistance: Resistance adalah level harga di mana tekanan jual historis cukup kuat untuk menahan harga agar tidak naik lebih tinggi. Menempatkan TP sedikit di bawah level resistance yang kuat adalah strategi yang umum untuk memastikan order tereksekusi sebelum harga berbalik arah.
TP menggunakan Resistance untuk Buy/Long Position.

2. Berdasarkan Rasio Risiko dan Imbalan (Risk/Reward Ratio)

Ini adalah metode yang paling strategis. Sebelum masuk ke posisi, trader harus menentukan rasio antara potensi keuntungan dan potensi kerugian. Rasio yang sehat umumnya dimulai dari 1:2, artinya potensi keuntungan setidaknya dua kali lipat dari potensi kerugian.

  • Contoh: Jika trader masuk di harga Rp50.000 dan menempatkan SL di Rp47.500 (risiko Rp2.500), maka untuk rasio 1:2, TP trader harus ditempatkan di Rp 55.000 (keuntungan Rp 5.000).
TP menggunakan RR 1:2 untuk Buy/Long Position.
TP menggunakan RR 1:2 untuk Sell/Short Position.

3. Menggunakan Pola Grafik

Analis teknikal sering menggunakan target harga dari pola grafik (seperti head and shoulders atau double bottom) untuk memproyeksikan sejauh mana harga kemungkinan akan bergerak. Level-level ini bisa menjadi target TP yang logis.

TP menggunakan pola Double Bottom untuk Buy/Long Position.
TP menggunakan pola Double Top untuk Sell/Short Position.

Cara Menentukan SL

Tujuan utama SL adalah melindungi modal. Berikut adalah beberapa metode popular untuk menentukan SL:

1. Berdasarkan Persentase Risiko

Metode ini adalah yang paling sederhana. Trader menentukan persentase dari total modal trading yang siap dirisikokan pada satu posisi. Misalnya, jika memiliki modal Rp10.000.000 dan menetapkan risiko 2% per trade, maka maksimal kerugian yang di terima adalah Rp200.000. Dari sini, trader bisa menghitung level harga SL.

SL menggunakan Percentage untuk Buy/Long Position.
SL menggunakan Percentage untuk Sell/Short Position.

2. Menggunakan Level Support dan Resistance

  • Support: Support adalah level harga di mana tekanan beli historis cukup kuat untuk menahan harga agar tidak turun lebih lanjut. Tempatkan SL sedikit di bawah level support jika mengambil posisi Long/Buy.
SL menggunakan Support untuk Buy/Long Position.
  • Resistance: Resistance dalah level harga di mana tekanan jual historis cukup kuat untuk menahan harga agar tidak naik lebih tinggi. Tempatkan SL sedikit di bawah level resistance jika mengambil posisi Short/Sell.
SL menggunakan Resistance untuk Sell/Short Position.

3. Menggunakan Indikator Volatilitas

Indikator seperti Average True Range (ATR) dapat membantu menentukan SL berdasarkan volatilitas pasar saat ini. Menggunakan kelipatan dari nilai ATR (misalnya 2x ATR) di bawah harga masuk bisa menjadi cara yang lebih dinamis untuk menempatkan SL.

SL menggunakan ATR untuk Buy/Long & Sell/Short Position.

Tips Khusus untuk TP dan SL

Untuk memaksimalkan efektivitas strategi TP/SL, perhatikan beberapa tips tambahan berikut:

  • Gunakan Trailing Stop

Ini adalah jenis SL yang dinamis. Trailing Stop akan bergerak naik seiring dengan pergerakan harga aset yang menguntungkan, namun akan tetap diam jika harga bergerak berlawanan. Ini membantu trader mengunci keuntungan yang sudah didapat sambil tetap memberikan ruang bagi aset untuk terus naik.

  • Jangan Mengubah TP/SL Secara Emosional

Setelah trader menetapkan level TP dan SL berdasarkan analisis yang matang, jangan tergoda untuk menggesernya hanya karena pasar bergerak sedikit tidak sesuai harapan. Tetaplah pada rencana awal.

  • Pertimbangkan TP Parsial

Trader tidak harus menutup seluruh posisi di satu level TP. Trader bisa mengatur beberapa level TP, misalnya menjual 50% posisi di TP1 dan 50% sisanya di TP2. Ini memungkinkan untuk mengamankan sebagian keuntungan lebih awal sambil tetap berpartisipasi jika harga terus naik.

  • Perhitungkan Volatilitas Aset

Aset crypto yang lebih volatil mungkin memerlukan level SL yang lebih longgar untuk menghindari penutupan posisi prematur akibat fluktuasi harga yang wajar.

  • Evaluasi dan Sesuaikan

Tidak ada strategi yang sempurna. Secara berkala, evaluasi kinerja strategi TP/SL. Apakah terlalu sering terkena SL? Apakah target TP terlalu sulit tercapai? Lakukan penyesuaian berdasarkan data dan pengalaman, bukan berdasarkan emosi.

Cara Menggunakan TP dan SL di Pintu Futures

Pastikan trader sudah menetapkan harga TP dan SL sebelum membuka posisi Buy (Long) atau Sell (Short) di Pintu Pro Futures. Hal ini penting karena setelah entry, trader tidak bisa memasang limit TP dan SL secara bersamaan.

Langkah-langkah Mengatur TP/SL Sebelum Entry

1. Pilih Order Type: Limit Order

  • Di bagian atas, pilih Limit Order.

2. Masukkan Harga Entry

  • Di kolom Harga, masukkan harga yang ingin digunakan untuk entry posisi.
  • Contoh: $114.589,7

3. Masukkan Jumlah Order

  • Masukkan jumlah dana yang ingin digunakan di kolom Jumlah (dalam USDT).
  • Cek di bawahnya apakah tersedia margin yang cukup (Margin Tersedia).

4. Aktifkan TP/SL

  • Centang kotak TP/SL.
  • Klik Lanjutan jika ingin mengatur lebih detail.

5. Setting Harga Take Profit dan Stop Loss

  • Take Profit: masukkan harga target keuntungan.
  • Stop Loss: masukkan harga maksimal kerugian.
Catatan: Pastikan untuk menyesuaikan harga TP dan SL dengan arah posisi:<br>
- Long: TP > Harga Entry, SL < Harga Entry<br>
- Short: TP < Harga Entry, SL > Harga Entry

6. (Opsional) Post-Only dan Order Type

  • Centang Post-Only jika ingin memastikan order tidak langsung match (berguna untuk jadi maker).
  • Pilih jenis waktu order:
    GTC (Good ‘Til Canceled): order tetap aktif sampai trader batalkan.
    IOC (Immediate or Cancel): jika tidak langsung match, order dibatalkan sebagian/sisa.
    FOK (Fill or Kill): order harus tereksekusi penuh atau dibatalkan sepenuhnya.

7. Pilih Arah Posisi: Long atau Short

  • Klik tombol hijau Beli (Long) jika ingin posisi naik.
  • Klik tombol merah Jual (Short) jika prediksi harga akan turun.

Kesimpulan

Dengan menetapkan TP dan SL, trader dapat membangun disiplin dalam pengambilan keputusan dan mengurangi pengaruh emosi. Analisis teknikal seperti mengenali level support dan resistance sangat membantu dalam menentukan level yang tepat, sementara pertimbangan Risk/Reward Ratio (misalnya 1:2) dan volatilitas pasar memastikan strategi tetap realistis. Evaluasi rutin juga penting agar penerapan TP dan SL selalu selaras dengan dinamika pasar yang terus berubah.

Disclaimer: Semua artikel dari Pintu Academy ditujukan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *