Pola chart merupakan salah satu informasi penting bagi trader untuk mengidentifikasi pergerakan harga dan menentukan area pembukaan posisi. Dalam crypto futures trading, trader dapat memanfaatkan kondisi pasar baik bullish maupun bearish. Ketika pasar berada dalam tren bearish, pola chart downtrend dapat digunakan sebagai acuan untuk membuka posisi short. Dalam artikel ini, kami akan membahas lima pola chart downtrend yang perlu dipahami untuk menentukan posisi short.
Ringkasan Artikel
- 📉Pola chart downtrend merupakan informasi visual pada chart yang dapat membantu mengidentifikasi arah tren bearish pada aset kripto.
- 📊Double Top, Head and Shoulders, Descending Triangle, Bearish Flag, dan Bearish Pennant merupakan lima pola chart downtrend yang umum digunakan trader sebagai referensi dalam menentukan posisi short selling.
- 🥷Teknik trading seperti scalping dan swing trading dapat diterapkan pada beberapa pola tersebut, seperti Double Top, Descending Triangle, dan Bearish Pennant, karena masing-masing pola memiliki karakteristik pergerakan harga dan durasi konsolidasi yang berbeda.
Apa Itu Downtrend Chart Pattern?
Downtrend chart pattern atau pola chart downtrend adalah kumpulan candle stick yang membentuk pola yang dapat diidentifikasi sebagai tanda tren penurunan harga. Pola chart downtrend ini kerap dimanfaatkan oleh futures trader dalam menentukan posisi short. 5 pola chart downtrend yang paling umum adalah Double Top, Head and Shoulders, Descending Triangle, Bearish Flag, dan Bearish Pennant.
Perlu dicatat bahwa pola yang terbentuk dapat memberikan false signal. Oleh karena itu, trader tidak dapat bergantung pada satu pola ini saja sebagai acuan utama dalam menentukan posisi short selling. Manajemen risiko tetap menjadi landasan terpenting dalam pengambilan keputusan trading.
Pada dasarnya, memahami pola chart downtrend merupakan bagian dari analisis teknikal yang dapat membantu trader memperoleh informasi tambahan mengenai kondisi pasar. Oleh karena itu, trader perlu memahami terlebih dahulu konsep dasar analisis teknikal serta cara penerapannya untuk dapat mengidentifikasi pola-pola tersebut dengan tepat.
Baca: Apa Itu Analisis Teknikal dan Bagaimana Cara Melakukannya?
1. Double Top

Double Top adalah pola bearish yang terbentuk ketika harga mengalami dua kali puncak kenaikan dan gagal menembus level resistance yang sama. Pola ini mencerminkan melemahnya momentum beli, yang umumnya ditandai dengan volume transaksi yang lebih rendah pada puncak kedua.
Sementara itu, neckline atau support datar merupakan level terendah yang terbentuk setelah puncak pertama (Top 1). Level neckline berperan penting sebagai area konfirmasi, di mana penembusan harga ke bawah level ini memperkuat validitas pola bearish Double Top.
Gambar di atas menunjukkan contoh pola Double Top yang terkonfirmasi, ditandai dengan penurunan harga yang berlanjut dan penutupan candlestick di bawah neckline setelah harga gagal menembus resistance pada puncak kedua (Top 2).
Bagaimana Cara Menggunakan Double Top Dalam Posisi Short?
Pola Double Top dapat dikombinasikan dengan teknik swing trading, di mana pengambilan keputusan untuk membuka posisi short selling didasarkan pada konfirmasi pola di timeframe yang lebih tinggi guna menangkap potensi pergerakan harga dalam jangka menengah hingga panjang. Berikut strateginya:
- Entry: Entry dapat dipertimbangkan pada saat pembentukan pola Top 2 atau setelah harga breakdown/menembus neckline. Entry di Top 2 lebih agresif dan memiliki risiko yang lebih tinggi sehingga membutuhkan manajemen risiko yang ketat, sedangkan entry setelah breakdown neckline lebih konservatif karena penurunan harga telah terkonfirmasi.
- Stop Loss: Penempatan harga stop loss dapat dipertimbangkan di atas level resistance sebelumnya, yaitu di sekitar puncak Top 1 atau Top 2. Penempatan ini bertujuan untuk membatasi risiko apabila harga kembali bergerak naik dan pola Double Top gagal terbentuk.
- Target Profit: Penempatan harga ****take profit dapat dipertimbangkan setelah Double Top terkonfirmasi yang didukung dengan tembusnya neckline. Sebagai referensi, kamu dapat menganalisa jarak support terdekat setelah tembusnya neckline dan bisa mempertimbangkan area tersebut sebagai target.
2. Head and Shoulders

Head and Shoulders adalah pola bearish yang seolah-olah membentuk “2 pundak dan 1 kepala”. Di mana area swing high atau **puncak pundak kiri dan kanan kurang lebih memiliki tinggi yang sama sedangkan swing high dari bagian kepala lebih tinggi dibandingkan dengan swing high dari pundak kiri dan kanan.
Pola ini memiliki ciri-ciri yang dapat dikenali dengan melihat kedekatan jarak swing high pada puncak pertama (pundak kiri), kedua (kepala), dan ketiga (pundak kanan) yang dapat terkonfirmasi dengan melihat hubungan antara area penurunan harga setelah puncak pertama dan kedua berada di area yang sama, kemudian terjadi penolakan kenaikan harga pada puncak ketiga di area yang kurang lebih sama dengan puncak kenaikan pertama.
Area penurunan harga yang sama itu membentuk sebuah support yang juga bisa disebut sebagai neckline. Neckline menjadi basis bagi trader untuk melihat reaksi harga setelah terjadinya penolakan kenaikan harga di puncak ketiga karena trader dapat mengukur potensi seberapa jauh penurunannya.
Bagaimana Cara Menggunakan Head and Shoulders Dalam Posisi Short?
Umumnya, pembentukan pola Head and Shoulders membutuhkan waktu lebih lama untuk tervalidasi dibandingkan pola Double Top. Oleh karena itu, pola ini lebih cocok bagi trader yang sabar dan menunggu konfirmasi pola sebelum mengambil keputusan. Berikut strateginya:
- Entry: Penempatan posisi short selling umumnya dilakukan setelah harga mengalami penolakan kenaikan pada pundak kanan. Kamu dapat menempatkan entry setelah harga turun menembus neckline atau support seperti pada contoh gambar di atas.
- Stop Loss: Penempatan harga stop loss ditentukan berdasarkan ketinggian swing high atau area puncak pundak kiri dan kanan. Dengan begitu, apabila harga reclaim dan berlanjut mengalami kenaikan sampai ke swing high pundak dan kepala, maka pola ini sudah tidak begitu valid dan kamu sudah mengantisipasi dengan menempatkan stop loss di area tersebut.
Catatan: Tingkat toleransi risiko setiap trade dapat disesuaikan dengan manajemen risiko yang dimiliki. Besaran kerugian yang ditanggung dapat berbeda-beda berdasarkan nilai posisi yang dibuka di perpetual futures. Dengan begitu, kamu perlu mengedepankan manajemen risiko yang dikelola agar terhindar dari kerugian yang besar apabila harga tidak sesuai dengan rencana. Baca: Cara Kelola Risiko Trading Dengan Leverage
- Target Profit: Kamu dapat menganalisa level yang berpotensi menjadi support selanjutnya setelah neckline berhasil ditembus. Level support tersebut dapat dijadikan salah satu referensi sebagai target agar lebih terarah. Namun, perlu dicatat bahwa target dapat ditentukan berdasarkan strategi kamu.
3. Descending Triangle

Descending Triangle adalah pola konsolidasi harga yang mengindikasikan sinyal bearish. Pola ini memiliki satu sisi datar yang terbentuk sebagai support serta ditandai dengan struktur harga lower high atau puncak harga tertinggi yang semakin rendah dari puncak harga sebelumnya.
Berbeda dengan pola Double Top atau Head and Shoulders yang relatif mudah diidentifikasi secara visual, pola ini membutuhkan ketelitian lebih untuk mengamati serangkaian pemantulan harga dari support datar serta penolakan harga pada setiap kenaikan sebagai konfirmasi pola.
Jika level support datar dan rangkaian lower high dihubungkan dengan garis, maka akan terbentuk pola segitiga menurun. Pola ini dapat dijadikan referensi sinyal bagi trader untuk membuka posisi short selling, karena mengindikasikan kelanjutan tren penurunan, di mana support datar berpotensi ditembus dan garis diagonal berperan sebagai resistance.
Bagaimana Cara Menggunakan Descending Triangle Dalam Posisi Short?
Descending Triangle sangat cocok bagi trader yang menggunakan teknik scalping, karena volatilitas yang muncul saat harga melakukan retest pada level support datar maupun resistance diagonal dapat dimanfaatkan untuk mengambil peluang trading jangka pendek. Berikut strateginya:
- Entry: Resistance diagonal yang melandai dapat dijadikan referensi entry. Validasi pola diperkuat ketika harga beberapa kali melakukan retest ke resistance namun gagal menembus dan tetap membentuk lower high.
- Stop Loss: Tempatkan stop loss di atas puncak harga sebelumnya. Penutupan harga di atas level tersebut menandakan kegagalan pola dan pendekatan ini tergolong konservatif karena risiko dapat ditekan dengan jarak stop loss yang relatif dekat.
- Target Profit: Take profit dapat ditempatkan pada level support datar yang menjadi dasar terbentuknya pola ini. Untuk pendekatan yang lebih agresif, target take profit juga dapat diletakkan sedikit di atas level support berikutnya, dengan asumsi bahwa support datar telah berhasil ditembus.
4. Bearish Flag

Bearish Flag merupakan pola yang mengindikasikan kelanjutan tren penurunan dan umumnya terbentuk setelah pergerakan harga turun secara tajam. Pola ini ditandai dengan adanya pantulan harga dan fase konsolidasi sementara, yang mencerminkan jeda sebelum potensi kelanjutan tren turun.
Pola ini dinamakan Bearish Flag karena secara visual menyerupai bentuk “tiang dan bendera”. Tiang (flagpole) merepresentasikan penurunan harga yang tajam sebelumnya, sedangkan bendera (flag) menggambarkan fase konsolidasi harga setelah koreksi tersebut. Pada fase ini, harga cenderung membentuk higher low dan higher high, di mana titik terendah dan tertinggi bergerak lebih tinggi dibandingkan level sebelumnya.
Trader pemula sering kali terkecoh menganggap Bearish Flag sebagai sinyal pemulihan harga. Padahal, validasi pola ini dapat dilihat apabila terjadinya breakdown pada higher low, yang mengindikasikan kelanjutan tren turun.
Bagaimana Cara Menggunakan Bearish Flag Dalam Posisi Short?
- Entry: Kamu dapat menggunakan garis tren untuk mengidentifikasi level higher low dan higher high. Selanjutnya, higher low yang telah mengalami beberapa kali retest, misalnya retest kedua atau ketiga, dapat dijadikan sebagai acuan entry, karena menunjukkan area konsolidasi yang semakin terdefinisi.
- Stop Loss: Level higher high dapat menjadi referensi sebagai penempatan stop loss. Dengan begitu, kamu sudah mengantisipasi apabila harga berlanjut naik dan pola Bearish Flag sudah tidak begitu valid.
- Target Profit: Target profit dapat ditempatkan pada area penurunan harga terbaru sebagai pendekatan utama.
5. Bearish Pennant

Bearish Pennant dan Descending Triangle memiliki kemiripan sebagai pola kelanjutan tren penurunan. Perbedaan utama di antara keduanya terletak pada struktur support dan resistance yang membentuk pola tersebut.
Pada Descending Triangle, support cenderung bersifat datar, sementara resistance terbentuk dari rangkaian lower high. Sebaliknya, Bearish Pennant terbentuk dari higher low sebagai support dan lower high sebagai resistance, sehingga membentuk struktur segitiga simetris.
Bearish Pennant umumnya muncul setelah penurunan harga yang tajam. Pembentukan higher low dan lower high pada fase ini mencerminkan konsolidasi sementara setelah koreksi, sebelum harga berpotensi melanjutkan tren penurunan.
Bagaimana Cara Menggunakan Bearish Pennant Dalam Posisi Short?
Bearish Pennant cocok digunakan dalam teknik scalping, karena fase konsolidasi pada pola ini umumnya berlangsung relatif singkat sebelum harga melanjutkan koreksi. Berikut strateginya:
- Entry: Resistance diagonal pada pola Bearish Pennant dapat dijadikan acuan entry. Area ini dinilai lebih terarah karena mencerminkan batas atas konsolidasi, di mana harga kerap mengalami penolakan sebelum melanjutkan tren penurunan.
- Stop Loss: Stop loss dapat ditempatkan di atas puncak harga terakhir (swing high) pada fase konsolidasi. Jika harga menembus dan menutup candle di atas level tersebut, maka pola Bearish Pennant dianggap tidak valid.
- Target Profit: Target profit dapat ditempatkan pada titik terendah dari penurunan tajam sebelumnya (flagpole low) sebagai pendekatan konservatif. Selain itu, kamu dapat menyesuaikan target pada level support berikutnya sesuai dengan rencana scalping dan kondisi volatilitas pasar.
Trading Futures di Pintu Pro Web
Setelah mengetahui berbagai macam pola chart downtrend, kamu bisa membuka posisi short seperti BTC, SOL, dan lainnya langsung melalui Pintu Pro Web. Di Pintu Pro Web, kamu bisa langsung trading Futures dan spot!
Cara trading Crypto Futures di Pintu Pro Web:
- Buka https://pintu.co.id/
- Klik tombol Buka Pro di Desktop di bagian atas tengah.
- Daftar atau masuk ke Pintu Pro Web.
- Buka bagian Futures.
- Trade BTC dan kripto lainnya.
Selain trading, Pintu juga memungkinkan Anda belajar lebih banyak tentang kripto melalui berbagai artikel di Pintu Academy, diperbarui setiap minggu!
Disclaimer: Semua artikel dari Pintu Academy ditujukan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan.
Kesimpulan
Double Top, Head and Shoulders, Descending Triangle, Bearish Flag, dan Bearish Pennant merupakan pola chart downtrend yang dapat dijadikan referensi tambahan bagi trader dalam menentukan posisi short selling pada futures trading. Penentuan entry, stop loss, dan target profit yang dibahas sebelumnya bertujuan sebagai informasi edukatif, bukan ajakan atau saran untuk melakukan transaksi. Perlu diingat bahwa pola chart yang terbentuk berpotensi menghasilkan false signal, sehingga tidak disarankan menjadikannya sebagai satu-satunya acuan dalam pengambilan keputusan trading. Untuk meningkatkan validitas analisis, trader disarankan melakukan konfirmasi tambahan lain seperti analisis fundamental.