Likuidasi umumnya terjadi akibat kesalahan trader dalam mengelola posisi pada perpetual futures. Kesalahan ini sering dialami oleh trader yang masih memiliki keterbatasan pengalaman dan pemahaman mengenai manajemen risiko perpetual futures. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas lima kesalahan umum dalam perpetual futures trading yang dapat dihindari oleh pemula, sehingga risiko likuidasi dapat dihindari dan potensi kerugian dapat diminimalisir.
Ringkasan Artikel
- ❌ Lima Kesalahan Umum Perpetual Futures Trading: mengabaikan manajemen risiko, tidak tahu kondisi pasar, terlalu percaya diri (overconfidence), overtrading, dan tidak memiliki jurnal trading.
- 🏋️ Kesalahan-kesalahan tersebut dapat dihindari melalui penerapan manajemen risiko yang baik dan disiplin, pemahaman kondisi pasar secara menyeluruh, pengendalian psikologi trading, serta evaluasi berkelanjutan melalui jurnal trading.
Perpetual futures merupakan jenis pasar derivatif yang memungkinkan trader dapat membuka posisi dengan nilai yang jauh lebih besar dibandingkan modal yang dimiliki melalui mekanisme leverage. Meskipun penggunaan leverage memberikan potensi keuntungan yang tinggi tetapi risiko yang dihadapi juga sebanding, mulai dari kerugian besar hingga likuidasi posisi apabila trader gagal mengelola posisi dan risiko dengan baik.
Berbeda dengan pasar spot, risiko yang dihadapi trader umumnya terbatas pada penurunan nilai aset yang dimiliki, bukan kehilangan aset secara keseluruhan seperti rugpull. Berdasarkan perbedaan tersebut, pasar spot dan perpetual futures masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat disesuaikan dengan profil risiko trader.
Maka dengan itu, strategi pengelolaan posisi pada kedua pasar ini juga berbeda. Penting untuk tahu bagaimana cara mengurangi risiko likuidasi dalam perpetual futures trading lewat manajemen risiko. Contoh seperti menentukan batas maksimal kerugian menjadi aspek fundamental yang wajib dikuasai oleh futures trader.
Pelajari lebih lanjut: Cara Kelola Risiko Trading Futures Dengan Leverage 25x
Dengan memahami kesalahan yang umum terjadi dalam futures trading, trader dapat membangun kesadaran sejak awal bahwa futures trading merupakan aktivitas berisiko tinggi yang menuntut disiplin. Berikut ini kesalahan umum dalam perpetual futures trading.
1. Mengabaikan Manajemen Risiko

Mengabaikan manajemen risiko adalah salah satu kesalahan paling umum dalam futures trading. Pada pasar perpetual futures, trader tidak hanya berfokus untuk mencari potensi keuntungan, tetapi juga untuk mengelola risiko secara disiplin agar dapat bertahan dalam kondisi pasar yang volatil. Tanpa manajemen risiko yang memadai, trader berisiko mengalami kerugian besar hingga kehilangan margin akibat likuidasi.
Terdapat berbagai tipe trader yang mengabaikan manajemen risiko. Salah satunya adalah trader yang terlalu berfokus pada potensi keuntungan besar sehingga mengambil keputusan secara spekulatif tanpa perhitungan risiko yang memadai.
Tips Aman Manajemen Risiko Dalam Perpetual Futures Trading
- Menentukan Batas Risiko per Trade: Dalam perpetual futures trading, setiap keputusan membuka posisi harus disertai perhitungan risiko yang matang. Trader perlu menetapkan sejak awal besaran kerugian maksimal yang dapat diterima apabila harga bergerak tidak sesuai dengan posisi. Untuk mengendalikan risiko tersebut, trader dapat menggunakan fitur stop loss sebagai alat bantu guna memastikan kerugian tetap berada dalam batas risiko per trade yang telah ditentukan.
- Menghitung Ukuran Posisi: Menentukan ukuran posisi secara tepat membantu trader menghitung seberapa besar persentase pergerakan harga dari titik masuk hingga menyentuh stop loss. Semakin besar ukuran posisi yang dibuka, semakin besar pula risiko yang ditanggung.
- Memiliki Target: Dengan memiliki target profit yang jelas dan masuk akal, trader dapat menutup posisi secara disiplin tanpa tergoda untuk menahan posisi secara berlebihan.
2. Tidak Tahu Kondisi Pasar

Membuka posisi tanpa pemahaman yang memadai terhadap kondisi pasar dapat meningkatkan risiko kerugian, terutama ketika pergerakan harga berlawanan dengan posisi yang dibuka. Sebagai contoh, saat pasar berada dalam sentimen negatif dengan volatilitas tinggi dan tren bearish, sebagian trader membuka posisi long dengan asumsi bahwa penurunan harga merupakan kesempatan. Namun, alih-alih memperoleh keuntungan, posisi tersebut justru dapat berujung pada kerugian hingga likuidasi apabila tekanan jual masih berlanjut.
Ungkapan populer “jangan pernah menangkap pisau yang sedang jatuh” menjadi relevan dalam konteks ini. Trader yang masuk ke pasar tanpa mempertimbangkan kondisi dan momentum yang tepat harus siap menghadapi konsekuensi dari keputusan tersebut.
Tips Memahami Kondisi Pasar dalam Perpetual Futures Trading
- Analisa Fundamental: Dengan memahami faktor makroekonomi dan katalis proyek yang memengaruhi harga, trader dapat membangun kerangka analisis untuk menilai arah dan kondisi pasar. Hasil analisis ini membantu trader menentukan strategi posisi seperti long atau short, termasuk memilih untuk menunggu ketika kondisi pasar belum jelas.
- Analisa Teknikal: Analisis teknikal membantu trader memahami struktur pasar secara lebih objektif, baik dalam kondisi bullish maupun bearish. Melalui identifikasi pola pergerakan harga dan struktur tren, trader dapat menilai arah dan kondisi pasar serta menyesuaikan strategi posisi yang digunakan. Berbagai pola teknikal dapat dianalisis untuk mengonfirmasi kondisi pasar sebelum mengambil keputusan trading.
Baca: Daftar 5 Downtrend Chart Pattern Untuk Posisi Short di Futures
3. Terlalu Percaya Diri (Overconfidence)
Terlalu percaya diri atau overconfidence merupakan bias psikologis yang muncul ketika trader merasa memiliki pemahaman superior terhadap kondisi pasar tanpa didukung analisis yang mendalam. Bias ini muncul seiring dengan frekuensi aktivitas trading yang tinggi, terutama ketika trader mengalami keuntungan dari beberapa transaksi yang langsung dinilai sebagai tanda kesuksesan.
Kondisi tersebut mendorong trader untuk menarik kesimpulan secara cepat berdasarkan keyakinan pribadi, bukan pada data dan analisis yang objektif. Salah satu bentuk perilaku overconfidence ditunjukkan melalui penggunaan strategi yang sama pada berbagai kondisi pasar tanpa melakukan evaluasi dan penyesuaian yang diperlukan.
Tips Menghindari Overconfidence dalam Perpetual Futures Trading
- Bersikap Adaptif: Mengandalkan satu strategi untuk seluruh kondisi pasar dapat memperbesar risiko bias keputusan. Trader perlu mengevaluasi dan menyesuaikan metode trading agar tetap relevan dengan perubahan struktur pasar.
- Terbuka terhadap Berbagai Analisis: Trader perlu bersikap terbuka terhadap beragam sumber data dan pendekatan analisis untuk memperkaya riset pasar. Pendekatan berbasis analisis mendorong pengambilan keputusan yang lebih objektif, bukan berdasarkan perasaan.
4. Overtrading
Overtrading di futures adalah perilaku membuka posisi secara berlebihan dalam futures trading, baik dari sisi frekuensi maupun ukuran posisi. Kondisi ini sering kali dipicu oleh emosi, seperti keinginan mengejar kerugian (revenge trading) atau overconfidence, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kerugian lebih lanjut.
Kondisi ini juga dapat terjadi ketika trader tidak memiliki disiplin dan strategi yang jelas sebelum membuka posisi. Akibatnya, batasan risiko sering kali dilanggar tanpa mempertimbangkan skenario terburuk, karena trader hanya terpaku pada ekspektasi keuntungan.
Tips Menghindari Overtrading dalam Perpetual Futures Trading
- Menyusun Rencana Trading: Rencana trading berfungsi sebagai pedoman yang membantu trader menentukan kapan posisi dapat dibuka dan kapan harus berhenti trading. Oleh karena itu, rencana trading harus dijalankan secara konsisten dan tidak dilanggar agar disiplin serta pengelolaan risiko tetap terjaga.
- Menerima Kerugian: Perlu disadari bahwa trading di perpetual futures merupakan aktivitas dengan tingkat risiko yang tinggi. Ketika mengalami kerugian, trader berpotensi mengambil keputusan berdasarkan emosi yang dapat memicu perilaku overtrading. Dalam kondisi tersebut, trader perlu melakukan evaluasi, menghentikan aktivitas trading sementara, dan menata kembali rencana serta langkah selanjutnya secara rasional.
5. Tidak Memiliki Jurnal Trading
Jurnal trading membantu trader mencatat setiap aktivitas trading yang dilakukan untuk mengevaluasi dan menilai efektivitas keputusan dan strategi yang digunakan. Melalui jurnal trading, trader dapat mengidentifikasi kesalahan serta area yang memerlukan perbaikan secara berkelanjutan.
Namun, masih banyak trader yang mengabaikan pencatatan ini, sehingga mereka kesulitan memahami penyebab kesalahan yang berujung pada kerugian berulang. Jurnal trading dapat memuat berbagai informasi penting yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas trading.
Berikut adalah contoh elemen yang sebaiknya dicatat dalam jurnal trading:
- Pair aset.
- Tanggal transaksi.
- Alasan dan faktor ketertarikan terhadap aset.
- Sesi pasar saat entry dilakukan.
- Jenis atau gaya trading yang digunakan (misalnya swing trading, day trading, scalping, dan lain-lain).
- Hasil dari posisi yang diambil.
- Evaluasi serta perbaikan yang perlu diterapkan pada transaksi berikutnya.
Trading Futures di Pintu Pro Web
Setelah mengetahui berbagai macam kesalahan umum dalam perpetual futures trading, kamu bisa membuka posisi long dan short seperti BTC, SOL, dan lainnya langsung melalui Pintu Pro Web. Di Pintu Pro Web, kamu bisa langsung trading Futures dan spot!
Cara trading Crypto Futures di Pintu Pro Web:
- Buka https://pintu.co.id/
- Klik tombol Buka Pro di Desktop di bagian atas tengah.
- Daftar atau masuk ke Pintu Pro Web.
- Buka bagian Futures.
- Trade BTC dan kripto lainnya.
Selain trading, Pintu juga memungkinkan Anda belajar lebih banyak tentang kripto melalui berbagai artikel di Pintu Academy, diperbarui setiap minggu!
Kesimpulan
Pada dasarnya, manajemen risiko merupakan faktor utama untuk menghindari lima kesalahan umum dalam perpetual futures trading. Dengan menerapkan manajemen risiko secara disiplin, trader dapat mengendalikan potensi kerugian, menjaga konsistensi pengambilan keputusan, serta mengurangi pengaruh emosi dalam aktivitas trading. Pemahaman pasar, pengelolaan psikologi trading, dan evaluasi berkelanjutan lewat jurnal trading menjadi fondasi agar trader dapat bertahan di pasar.
Disclaimer: Semua artikel dari Pintu Academy ditujukan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan.