Kategori
Artikel Pilihan Altcoins Menengah

4 Altcoin Layer-2 Potensial di Bull Market Selanjutnya

Reading Time: 11 minutes

Altcoin yang berasal dari Layer 2 diperkirakan akan menjadi pusat perkembangan ekosistem crypto dan blockchain. Berkat solusi skalabilitas yang ditawarkan, banyak yang meyakini token L2 menjadi pilihan yang menarik pada bull market berikutnya. Benarkah demikian? Lalu apa saja token L2 yang menarik untuk dikoleksi? Simak ulasan lengkapnya pada artikel berikut.

Ringkasan Artikel

  • ⚡ Perkembangan dan meluasnya adopsi Layer 2 membuat token altcoin L2 seperti ARB, OP, MATIC, dan IMX menjadi salah satu yang potensial di bull market selanjutnya.
  • 🔵 Dengan TVL terbesar, Arbitrum menjadi market leader pada sektor L2. Ia menghadirkan Arbitrum Orbit, teknolgi yang memungkinkan pembuatan Layer 3.
  • 🔴 Optimism menjadi pesaing ketat Arbitrum. Ia mempunyai teknologi OP Stack yang memungkinkan pembuatan L2 baru berkualitas tinggi tanpa harus memulai dari 0.
  • 🟣 Polygon mempunyai teknologi EVM parallelization yang diperkirakan menjadi salah satu narasi utama pada 2024. Ia merupakan teknologi yang membuat EVM bisa memproses berbagai transasksi sekaligus tanpa mengorbankan kecepatan ataupun efisiensinya
  • 🟢 Immutable X merupakan L2 yang menjadi rumah berbagai game AAA. Lewat Immutable zkEVM, ia bercita-cita menghadirkan rantai khusus untuk blockchain game yang menawarkan kompatibilitas EVM, biaya rendah, skalabilitas mumpuni, dan keamanan ala Ethereum.

Potensi Altcoin Layer 2 di Bull Market Selanjutnya

Pada bull market sebelumnya, altcoin layer 1 (L1) berhasil unjuk gigi dan mendominasi altcoin season yang terjadi kala itu. Namun, pada bull market selanjutnya, hal yang sama belum tentu terulang lagi.

Berkat perkembangan teknologi, kini telah hadir layer 2 (L2) dengan solusi skalabilitas yang jauh lebih baik dibanding pendahulunya, L1. Tak pelak, banyak yang meyakini altcoin dari L2 akan mendominasi dan punya potensi yang lebih menjanjikan untuk bull market selanjutnya.

Sebelum lanjut, pahami dulu konsep L2 melalui artikel berikut.

Potensi altcoin L2 pada bull market berikutnya tercermin dari semakin banyaknya proyek yang dibangun di atas blockchain L2, ekosistem dApps yang semakin kuat, hingga terobosan teknologi yang lebih canggih. Kombinasi faktor-faktor ini membuat blockchain L2 penting dalam industri crypto ke depan.

TVL sektor L2. Sumber: L2Beat

Salah satu indikatornya adalah pertumbuhan Total Value Locked (TVL) sektor L2 yang sangat signifikan. Berdasarkan data L2Beat, pada awal tahun 2024 TVL sektor L2 telah mencapai US$ 20,16 miliar. Padahal, pada awal tahun 2023 jumlahnya masih US$ 4,88 miliar. Artinya, saat ini sektor L2 telah 4x lebih besar dibanding tahun lalu.

Altcoin yang menjadi tulang punggung pertumbuhan L2 adalah Arbirtum (ARB) dan Optimism (OP). Namun, protokol L2 lainnya seperti Polygon (MATIC) dan Immutable X (IMX) juga tak kalah penting untuk diperhatikan.

1. Arbitrum

Arbitrum adalah blockhchain Layer 2 Ethereum yang menggunakan teknologi yang disebut optimistic rollup. Rollup memungkinkan transaksi diproses dalam jumlah besar secara off-chain. Namun, semua hal tersebut dilakukan sembari tetap mempertahankan keamanan dan desentralisasi jaringan Ethereum.

Kamu bisa mempelajari lebih dalam soal Arbitrum dan teknologinya di sini. Sementara untuk perkembangan ekosistemnya bisa kamu baca di sini.

Berdasarkan unggahan Arbitrum di X, mereka mempunyai lebih dari 800 proyek dibangun di ekosistem Arbitrum. Tak mengherankan ia kemudian menjadi L2 dengan TVL terbesar, yakni US$ 3,17 miliar. Dominasi Arbitrum juga tercermin dari market share-nya yang mencapai 58,64%.

Perkembangan Terkini

GMX merupakan protokol dengan TVL terbesar yang ada di ekosistem Arbitrum. Selain itu, terdapat juga Pendle, Radiant Capital, dan Camelot yang menjadi protokol potensial di ekosistem Arbitrum.

Pada tahun ini, Arbitrum memperluas ekosistemnya dengan meluncurkan mainnet Arbitrum Orbit. Ia merupakan teknologi yang memungkinkan tim pengembang membuat L2 dan Layer 3 (L3) mereka sendiri di atas Arbitrum. Dengan kata lain, mereka bisa membuat rantai yang dapat dikustomisasi secara permissionless.

Ekosistem Arbitrum. Sumber: Yahoo Finance

Diluncurkan pada Maret 2023, kini sudah ada 15 proyek yang dibangun menggunakan Orbit chains. Salah satunya adalah XAI Gamings, blockchain untuk ekosistem gaming terdesentralisasi berbasis L3. Selain itu, pembaruan Arbitrum Portal membuat proses navigasi di ekosistem Arbitrum menjadi lebih mudah.

Potensi Katalis Arbitrum

  • Arbitrum STIP. Arbitrum DAO telah menyetujui proposal penambahan alokasi dana untuk Short-Term Incentive Program (STIP) dari 50 juta ARB menjadi 71,4 juta ARB. Langkah ini bisa membuat Arbitrum tetap kompetitif dan menarik minat tim pengembang maupun pengguna dengan insentif mendapatkan ARB.
  • Adopsi Arbitrum Orbit. Pada 2024, adopsi Orbit chains dan teknologi L3 berpotensi semakin masif. Apalagi belum lama ini, Orbit telah memungkinkan pembayaran gas fee menggunakan token ERC-20, sebelumnya hanya ETH. Hal tersebut tentunya akan semakin mempermudah dan menjadi daya tarik bagi tim pengembang.
  • Token ARB Unlock. Pada 16 Maret 2024 tim inti Arbitrum dan early investor akan melakukan token unlock dengan total nilai mencapai US$ 1,26 miliar. Setelahnya, setiap tanggal 16 akan terjadi unlock token lagi selama empat tahun ke depan. Agenda ini berpotensi memengaruhi pasokan dan harga token ARB.

Roadmap Arbitrum Ke Depan

  • Peluncuran Arbitrum Stylus. Arbitrum Stylus, ekosistem programming yang didesain untuk untuk seluruh rantai Arbitrum, dijadwalkan meluncur pada kuartal I-2024. Ia mendukung coding dalam bahasa pemrograman Rust, C, dan C++ sembari tetap dapat disusun dengan solid smart contracts.
  • Mengembangkan BOLD. Bold adalah sebuah konsep validator yang permisionless. BOLD saat ini tengah disiapkan untuk menuju fase testnet. Tujuannya adalah memungkinkan setiap pengguna dapat berpartisipasi memvalidasi rantai Arbitrum yang mengimplementasikan BOLD.
  • Menyiapkan proyek decentralized sequencer bersama Espresso. Offchain Labs dan Espresso System bekerja sama untuk menghadirkan Timeboost, sebuah decentralized sequencer. Ia merupakan protokol yang mendukung rollups untuk mencapai interoperabilitas, fast finality, dan desentralisasi tanpa mengorbankan skalabilitas.
Roadmap Timeboost. Sumber: Espresso System

2. Optimism

Sama halnya dengan Arbitrum, Optimism juga merupakan L2 pada Ethereum yang mengusung teknologi optimistic rollup. Sempat tertinggal dari Arbitrum, lewat pembaruan Bedrock, kini ia mulai mampu bersaing kembali. Pembaruan tersebut membuat biaya transaksi di Optimism menjadi lebih murah sekaligus meningkatkan kompatibilitas dengan Ethereum.

Pembahasan mendalam soal Optimism dan teknologinya ada di artikel berikut. Sementara untuk perkembangan ekosistemnya ada di artikel berikut.

Pada tahun 2023, Optimism telah meluncurkan OP Stack melalui pembaruan Bedrock untuk bisa terus bersaing dengan Arbitrum. Hasilnya, TVL Optimism sepanjang 2023 berhasil tumbuh dari US$ 540 juta menjadi US$ 950 juta. Sementara dari sisi market share, Optimism menempati peringkat kedua dengan menguasai 28,41% dari keseluruhan sektor L2.

Perkembangan Terkini

Velodrome adalah salah satu protokol native di ekosistem Optimism yang potensial dengan berhasil menempati peringkat kedua TVL terbesar. ia adalah sebuah Auto Market Maker (AMM) yang didesain sebagai pusat untuk marketplace trading dan likuiditas pada jaringan Optimism.

Jika Arbitrum meluncurkan Orbit, Optimism juga tak mau kalah dengan meluncurkan OP Stack. Keberadaan OP Stack berhasil membantu tim pengembang membuat L2 baru berkualitas tinggi tanpa harus memulai dari 0. Saat ini, setidaknya sudah ada 14 proyek yang dibangun menggunakan OP Stack.

Ekosistem OP Stack. Sumber: Swyftx

Base, L2 buatan Coinbase jadi salah satu proyek yang berhasil menggunakan OP Stack. Selain itu, berbagai L2 baru seperti Zora, Worldcoin, Manta Pacific, Aevo Open Mainnet, Lyra, dan Andromeda juga menggunakan code base milik OP Stack.

Selain lewat OP Stack, Optimism juga masih fokus untuk mengembangkan Superchain. Ia bertujuan untuk menciptakan ekosistem berisi sekelompok blockchain L2 yang menggunakan bridging, tata kelola, pembaruan, dan lapisan komunikasi bersama yang dibangun di atas OP Stack. Peluncuran Superchain akan meluruhkan jaringan Optimism Mainnet dengan berbagai blockchain lain yang ikut ke dalam kolektif Optimism Chains.

Potensi Katalis Optimism

  • Adopsi OP Stack. Sejauh ini Base menjadi protokol L2 berbasis OP Stack yang berhasil menunjukkan kinerja memuaskan. Menjalani 2024, proyek potensial seperti Manta dan Andromeda meramaikan ekosistem Optimism. Ekosistem Superchain Optimism berpotensi bertumbuh pesat di 2024.
  • Canyon Update. Ia adalah pembaruan pertama Optimism sejak Bedrock update. Pada Canyon update, salah satu pembaruannya adalah penyederhanaan multichain contract upgrades. Saat ini, seluruh OP Chains mempunyai implementasi kontrak yang terpisah. Pembaruan tersebut akan memungkinkan pengguna superchains berbagi satu perangkat implementasi kontrak dan melakukan multichain protocol upgrades pada satu transaksi.

Roadmap Optimism Ke Depan

  • Membuat sequencer terdesentralisasi. Berbeda dengan Arbitrum yang sudah menggandeng Espresso untuk menyiapkan sequencer terdesentralisasi, Optimism masih mencari cara untuk melakukannya. Optimism masih berfokus pada sequencer rotation, yang melakukan rotasi sequencer dengan frekuensi tertentu untuk mengurangi risiko dari peretasan dan sejenisnya.

3. Polygon

L2 utama Polygon saat ini adalah Polygon PoS, sebuah sidechain unik yang memiliki mekanisme konsensusnya sendiri tetapi tetap memanfaatkan fitur keamanan Ethereum. Saat ini, Polygon berada di masa transisi ke iterasi Polygon 2.0 yang berbasis Zero-Knowledge. Dengan menggunakan Polygon, tim pengembang bisa membuat teknologi ZK rollups ataupun rantai off chain sendiri.

Baca juga artikel yang mengupas lebih dalam soal evolusi Polygon di sini beserta solusi skalabilitasnya di sini.

Berdasarkan unggahan Polygon Labs di X, sepanjang 2023 mereka telah mencatatkan jumlah transaksi mencapai 16,5 juta dengan 390 juta unique addres. Sementara dari segi TVL, Polygon cenderung bergerak pada rentang terbatas pada 2023, yakni US$ 800 juta hingga US$ 1 miliar.

Perkembangan Terkini

Kesuksesan Polygon pada 2023 datang dari Ethereum Virtual Machine (EVM) parallelization. Ia adalah sebuah teknologi yang memungkinan EVM untuk memproses berbagai transasksi sekaligus tanpa mengorbankan kecepatan ataupun efisiensinya. Hasilnya dapat dilihat dari tingginya jumlah inscriptions milik Polygon.

Inscriptions sendiri merujuk pada jumlah interaksi antara transaksi dan smart contract yang tercatat pada jaringan. Sepanjang 2023, Polygon PoS berhasil mencatatkan inscriptions sebesar 161 juta, unggul hingga dua kali lipat dari peringkat kedua BNB yang sebesar 77 juta.

Total inscription sepanjang 2023. Sumber: Sendeep Nailwal

Polygon tak hanya mendominasi dari segi inscriptions, namun juga kemampuannya dalam menangani volume transaksi yang tinggi sembari menjaga gas fee tetap rendah. Jika dibandingkan dengan L2 lainnya, ia berhasil mempertahankan bahkan hingga 10x lebih rendah. Aspek tersebut jadi pertimbangan penting bagi pengguna maupun tim pengembang, terlebih dengan kondisi gas fee yang tinggi di jaringan Ethereum.

Polygon mempunyai biaya transaksi rata-rata yang rendah dibanding L2 lainnya. Sumber: Tenderly

Potensi Katalis Polygon

  • Peluncuran Polygon Miden. Miden adalah sebuah teknologi zero knowledge (ZK) rollup untuk aplikasi privat dengan throughput yang tinggi. Beberapa keunggulan Polygon Miden meliputi privasi dan keamanan yang lebih baik berkat account abstraction, biaya yang lebih rendah, hingga transaksi yang dapat diperbarui. Ia diharapkan bisa menarik banyak minat tim pengembang. Polygon Miden akan memasuki testnet publik pada kuartal I-2024.
  • EVM Parallelization. Ia digadang-gadang menjadi salah satu narasi utama pada 2024. Kini banyak protokol EVM berupaya mengembangkan teknologi EVM parallelization. Polygon sebagai salah satu market leader pada sektor ini tentunya akan diuntungkan ketika semakin banyak pengguna yang menyadari dan menggunakan protokol berbasis EVM parallelization.

Roadmap Polygon Ke Depan

  • Polygon 2.0 Roadmap. Ia adalah sebuah cetak biru berisikan serangkaian pembaruan untuk jaringan Polygon. Konsep utamanya adalah Polygon ingin menjadi value layer atau lapisan nilai pada jaringan Ethereum. Beberapa pembaruan pada Polygon 2.0 adalah tranformasi token MATIC ke POL, peluncuran Polygon Chain Development Kit (CDK), hingga Polygon zkEVM.
  • zkEVM. Saat ini zkEVM masih berada di fase beta. Dengan zkEVM, tim pengembang bisa melakukan porting berbagai alat dan komponen infrastruktur Ethereum yang ada ke solusi L2 yang baru, tanpa membuat perubahan kode yang signifikan. Beberapa proyek yang dibuat menggunakan zkEVM adalah Astar zkEVM, Canto, dan Capx. Immutable zkEVM juga termasuk salah satu chain yang menggunakan Polygon zkEVM untuk aplikasi gaming.

4. Immutable X

Immutable X adalah blockchain L2 untuk meningkatkan skalabilitas pada jaringan Ethereum menggunakan teknologi ZKrollup. Berbeda dengan L2 lainnya, Immutable X banyak digunakan untuk proyek-proyek NFT dan Web3 game. Berkat teknologinya, ia kini menjadi leading platform web3 gaming.

Artikel berikut dapat membantumu mengetahui cara kerja Immutable X. Sementara untuk perkembangan ekosistem GameFi terbaru, kamu bisa mengaksesnya di sini.

Immutable X saat ini mempunyai TVL sebesar US$ 184 juta. Padahal, pada akhir 2023, ia sempat mencatatkan tren kenaikan TVL hingga mencapai level tertingginya di US$ 268 juta. Dari sisi ekosistem, Immutable mempunyai lebih dari 150 games, 20 marketplace, dan pendanaan ekosistem mencapai US$ 1 miliar.

Perkembangan Terkini

Gods Unchained merupakan game yang paling menarik yang ada di ekosistem Immutable. Ia merupakan game AAA yang mengusung konsep trading card. Berdasarkan data DappRadar, Gods Unchained mempunyai jumlah pengguna aktif sebanyak 12,26k dengan volume mencapai US$ 19,25 juta dalam 30 hari terakhir.

Ekosistem Immutable X

Saat ini Immutable tengah mengembangkan berbagai games AAA pada platform mereka. Selain itu, games tersebut juga akan mengimplementasikan model token yang tidak dapat dengan mudah di-farming dan mempunyai game play yang menarik. Saat ini Immutable juga sudah punya beberapa games populer meliputi Dark Machine, Illuvium, Gods Unchained, Guild of Guardians, dsb.

Immutable juga fokus mengatasi permasalahan teknis yang dihadapi Web3 gaming, yakni manajemen wallet. Sebagai solusi, mereka pun meluncurkan Immutable “Passport” yang memungkinkan pengguna untuk log-in ke games dan mengelola item game mereka. Hal tersebut dilakukan secara sederhana melalui proses single sign-on sembari mengabstraksikan interaksi blockchain.

Potensi Katalis Immutable X

  • Daya Tarik Games AAA. Kebangkitan sektor GameFi akan ditentukan oleh kehadiran games AAA. Game jenis ini dapat menarik minat para gamer karena mengutamakan gameplay, alih-alih insentif ekonomi untuk menarik pemain.
  • Kerja sama dengan Platform Gaming Tradisional. Immutable sejauh ini telah menjalin kerja sama dengan Ubisoft, Amazon Web Service, Epic Games Store, dan GameStop. Kerja sama tersebut bisa meningkatkan kualitas game yang ada di Immutable dan mempermudah proses distribusi. Hal ini bisa membuat games berbasis blockchain menjadi lebih mainstream dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Roadmap Immutable X Ke Depan

Roadmap Immutable X. Sumber: Immutable Blog
  • Immutable zkEVM. Ini adalah cita-cita Immutable untuk menghadirkan rantai khusus game berbasis blockchain yang menawarkan kompatibilitas EVM, teknologi ZK, skalabilitas mumpuni, dan keamanan ala Ethereum.
  • Immutable Checkout. Ia merupakan sebuah solusi pembayaran all-in-one yang mengatur proses checkout pada game dan marketplace. Lewat Immutable Checkout, pengguna bisa menambah dana, melakukan pembelian instan, penukaran aset, hingga mengintegrasikan berbagai metode pembayaran.

Potensi Sektor L2 di Masa Depan

EIP-4844 atau Proto-Danksharding menjadi pembaruan yang dinanti-nanti untuk perkembangan sektor L2. Dengan EIP-4844, biaya transaksi yang dibayarkan akan semakin murah. Lalu, biaya transaksi yang lebih murah akan menarik lebih banyak lagi tim pengembang dan pengguna ke berbagai protokol L2.

Sequencer terdesentralisasi akan menjadi salah satu fokus pengembangan protokol L2. Sejauh ini, mayoritas L2 masih menggunakan sequencer tersentralisasi yang kurang efisien dan mahal. Ada juga kekhawatiran akan adanya potensi penyensoran transaksi serta risiko keamanan dari sequencer yang terpusat.

Sequencer terdesentralisasi akan menghadirkan layanan decentralization-as-a-service pada rollup. Selain mengatasi penyensoran, ia juga menyajikan cross-rollup composability yang akan membuka berbagai kemungkinan baru untuk dikembangkan. Saat ini Espresso, Metis dan Astria menjadi protokol yanh membuat solusi sequencer terdesentralisasi.

Konsep arsitektur layer 3 yang tengah dikembangkan. Sumber: Medium Foresight Ventures

Banyak tim pengembang yang mulai melirik pembuatan protokol dengan fungsi spesifik. Hal tersebut dapat dilakukan menggunakan teknologi L3 seperti Arbitrum Orbit atau OP Stack dan mengintegrasikan lapisan DA EigenLayer atau Celestia. Ekosistem L3 yang dibangun di atas Arbitrum Orbit dan OP Stack bisa menciptakan puluhan dan bahkan ratusan aplikasi dengan fungsi tidak terbatas.

Yuk berkenalan dengan konsep dan teknologi dari layer 3 melalui artikel berikut.

Kesimpulan

Altcoin L2 berpotensi menjadi salah satu token yang potensial pada bull market mendatang. Altcoin L2 utama seperti Arbitrum, Optimism, Polygon, dan Immutable X memperlihatkan pertumbuhan signifikan melalui berbagai inovasi dan pengembangan ekosistem.

Arbitrum lewat Arbitrum Orbit dan Optimism lewat OP Stack menjadi yang terdepan dalam mengembangkan ekosistem dan adopsi L2. Sementara itu, Polygon dan Immutable X juga terus menyiapkan teknologi zero knowledge mereka sebagai upaya mengejar ketertinggalannya.

Di satu sisi, adanya pembaruan teknologi seperti EIP-4844 dan fokus pada sequencer terdesentralisasi serta integrasi EigenLayer dan Celestia diperkirakan akan lebih meningkatkan potensi dan fungsi L2 di masa depan. Menjadikan keempat altcoin L2 tersebut sebagai token yang menarik untuk dikoleksi.

Cara Membeli Token Altcoin L2 di Pintu

Kamu bisa membeli token L2 seperti Arbitrum (ARB), Optimism (OP), Polygon (MATIC), dan Immutable X (IMX) melalui Pintu. Berikut cara membeli token L2 pada aplikasi Pintu:

  1. Buat akun Pintu dan ikuti proses verifikasi identitasmu untuk mulai trading.
  2. Pada homepage, klik tombol deposit dan isi saldo Pintu menggunakan metode pembayaran pilihanmu.
  3. Buka halaman market dan cari token L2
  4. Klik beli dan isi nominal yang kamu mau.
  5. Sekarang kamu sudah mempunyai token L2!

Selain token L2, kamu juga bisa membeli berbagai aset crypto seperti BTC, ETH, SOL, dan yang lainnya tanpa harus khawatir adanya penipuan melalui Pintu. Selain itu, semua aset crypto yang ada di Pintu sudah melewati proses penilaian yang ketat dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Aplikasi Pintu juga kompatibel dengan berbagai macam dompet digital populer seperti Metamask untuk memudahkan transaksimu. Ayo download aplikasi Pintu di Play Store dan App Store! Keamananmu terjamin karena Pintu diregulasi dan diawasi oleh Bappebti dan Kominfo.

Selain melakukan transaksi, di aplikasi Pintu, kamu juga bisa belajar crypto lebih lanjut melalui berbagai artikel Pintu Academy yang diperbarui setiap minggunya! Semua artikel Pintu Akademi dibuat untuk tujuan edukasi dan pengetahuan, bukan sebagai saran finansial

Referensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *