Pasar kripto memasuki minggu keempat di bulan Februari dengan tensi yang cukup tinggi. Data terbaru menunjukkan adanya pergeseran sentimen yang signifikan ke arah defensif, dengan aset-aset utama seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana berada di titik kritis yang akan menentukan arah tren dalam beberapa minggu ke depan. Berikut ulasan lengkap analisis pasar 23 Februari 2026 di bawah ini.
Ringkasan Artikel:
- Bitcoin Menguji Fondasi $65.000: Harga Bitcoin terkoreksi ke bawah area penting yaitu $65.118, ini adalah area harga yang harus dipertahankan. Jika gagal, potensi koreksi bisa melaju hingga ke harga $60.000.
- Ethereum Menanti Kepastian Arah: $1.747 hingga $2.152 adalah area konsolidasi harga Ethereum. Jika harga bisa kembali reclaim ke atas $2.152, harga Ethereum tidak menutup kemungkinan bisa menguat ke level $2.623.
- Solana Konsolidasi di Area Sempit: Harga Solana saat ini bergerak mendekati level support $76,60. Level ini perlu dipertahankan untuk mencegah potensi koreksi yang lebih dalam.
- Sinyal Aksi Jual Institusi: Bitcoin Spot ETF mengalami tren arus keluar bersih (net outflow) selama 5 minggu berturut-turut.
Analisis Pasar Crypto 23 Februari 2026
Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan dibuka dengan penurunan sekitar -4,2% pagi ini setelah bergerak relatif datar dalam beberapa hari terakhir. Penurunan ini turut menekan harga Bitcoin serta altcoin utama seperti Ethereum dan Solana dengan tingkat koreksi yang bervariasi.
Koreksi tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer, yang berpotensi memperkuat sentimen risk-off di kalangan investor. Meski demikian, data on-chain masih menunjukkan adanya tarik ulur antara tekanan jual dan beli pada Bitcoin.
Analisis Bitcoin (BTC)

Bitcoin saat ini sedang berada dalam fase krusial. Setelah bergerak sideways di area konsolidasi antara $65.118 hingga $71.751, harga mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
- Skenario Penurunan: Pada pembukaan candle stick harian 23 Februari, terjadi potensi breakdown atau penembusan ke bawah area konsolidasi. Jika harga gagal kembali ke atas $65.118, target penurunan selanjutnya diperkirakan menuju level terendah 6 Februari di kisaran $60.000.
- Skenario Pemulihan: Sebaliknya, jika BTC mampu bertahan di dalam zona konsolidasinya, hal ini akan memberikan nafas baru bagi pasar dan memicu momentum positif untuk pergerakan harga altcoin.
Analisis Ethereum (ETH)

Ethereum menunjukkan pola yang serupa dengan Bitcoin, namun dengan rentang harga yang lebih lebar. Saat ini, ETH tertahan di area konsolidasi $1.747 hingga $2.152.
- Skenario Penurunan: Jika tekanan jual memaksa harga keluar dari batas bawah konsolidasi, Ethereum kemungkinan besar akan mencari dukungan pada harmonic support di level $1,497.
- Skenario Pemulihan: Namun, jika ETH mampu melakukan breakout ke atas level $2,152, laju kenaikan berpotensi dapat menguat menuju target $2.623 hingga $2.765.
Analisis Solana (SOL)

Di antara aset top-tier lainnya, Solana membentuk area konsolidasi yang relatif lebih kecil, yang menandakan ledakan harga (baik naik maupun turun) bisa terjadi dalam waktu dekat.
- Skenario Penurunan: Jika harga turun di bawah $76,60 (area support), investor perlu mewaspadai pengujian ulang (retest) harga terendah di level $67,50.
- Skenario Pemulihan: Level $89,20 (area resistance) menjadi penghalang utama; penembusan di atas harga ini akan membawa SOL menuju level Support Become Resistance (SBR) di $95,26.
Sentimen Pasar: Dominasi Ketakutan Ekstrem

Indikator psikologi pasar saat ini menunjukkan kondisi yang sangat tertekan. Berdasarkan data CMC Crypto Fear and Greed Index, pasar berada pada level 14, yang dikategorikan sebagai Extreme Fear (Ketakutan Ekstrem).
Kondisi ini mencerminkan kecemasan yang mendalam di kalangan investor jika dibandingkan dengan bulan lalu yang masih berada di level 34 (Fear). Penurunan ini dipicu oleh fluktuasi harga yang tajam, di mana indeks sempat menyentuh level terendahnya di angka 5 pada awal Februari.
Aliran Dana dan Likuiditas Bursa

Melihat data on-chain, pergerakan Bitcoin di bursa (Exchange Netflow) menunjukkan dinamika yang volatil. Pada tanggal 23 Februari, harga Bitcoin terkoreksi ke level $64.600, yang disertai dengan aktivitas arus keluar-masuk bursa yang tidak menentu. Hal ini menandakan adanya tarik-ulur antara tekanan jual dari pemegang aset jangka pendek dan upaya akumulasi di harga bawah oleh investor institusional.
Analisis Arus Dana Institusi

Arus kas masuk dari institusi yang sebelumnya menjadi motor penggerak harga kini menunjukkan pelemahan. Pasar Bitcoin Spot ETF di Amerika Serikat menghadapi periode tersulitnya sejak tahun lalu.
- Tren Negatif Berlanjut: Bitcoin Spot ETF mencatatkan arus net outflow selama lima minggu berturut-turut. Ini merupakan tren penurunan terlama yang pernah tercatat sejak periode Februari-Maret 2025.
- Statistik Arus Keluar: Dalam empat hari perdagangan terakhir hingga 20 Februari, total dana yang keluar mencapai $316 juta. Penurunan terjadi konsisten dari Selasa hingga Kamis dengan puncaknya pada hari Rabu sebesar $133 juta.
- Posisi Kumulatif: Meskipun terjadi penarikan jangka pendek, secara kumulatif ETF Bitcoin masih mencatatkan net inflow positif sebesar $54,01 miliar sejak peluncuran perdana, dengan total aset yang dikelola (AUM) kini berada di angka $85,31 miliar.
Kesimpulan
Minggu ini adalah periode “tunggu dan lihat” (wait and see). Kondisi Extreme Fear secara historis sering kali menjadi sinyal titik jenuh jual, namun secara teknikal, konfirmasi pergerakan harga Bitcoin di bawah level $65.118 adalah risiko nyata yang tidak boleh diabaikan.
Investor disarankan untuk memantau penutupan harga harian pada area-area konsolidasi yang telah disebutkan agar dapat menjadi referensi strategi masuk atau keluar pasar yang lebih aman.
Disclaimer: Semua informasi yang ditampilkan dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi, rekomendasi, ajakan untuk membeli atau menjual aset crypto tertentu, maupun dasar pengambilan keputusan finansial. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, tujuan investasi, dan toleransi risiko masing-masing.