Kategori
Bitcoin Trading Pemula

Menebak Arah Pasar Crypto Melalui BTC Dominance

Reading Time: 6 minutes

Di antara ratusan ribu aset crypto yang ada saat ini, Bitcoin masih menjadi rajanya. Bahkan, terdapat indikator bernama Bitcoin Dominance yang mengukur tingkat dominasi Bitcoin di pasar crypto terhadap altcoin. Dengan memahami BTC Dominance, investor bisa mendapatkan informasi yang bisa membantu mereka dalam menyusun startegi investasi. Cari tahu soal apa itu BTC dominance, bagaimana cara penghitungannya, hingga apa saja kegunaannya melalui artikel berikut.

Ringkasan Artikel

  • 🪙 BTC dominance adalah rasio antara kapitalisasi pasar Bitcoin dengan keseluruhan kapitalisasi pasar crypto. Ia merupakan indikator yang bisa digunakan untuk mengukur dominasi Bitcoin di pasar crypto terhadap aset crypto lainnya.
  • 🌟 BTC dominance bisa digunakan untuk menentukan apakah altcoin season akan terjadi dan ke mana arah tren harga BTC ataupun altcoin secara umum.
  • ❓Beberapa kritik yang mempertanyakan reliabilitas BTC dominance adalah rasio ini tidak mempertimbangkan pertumbuhan stablecoin, tidak menghitung proyek scam dan Bitcoin yang telah hilang.

Apa itu BTC Dominance?

BTC dominance adalah rasio antara kapitalisasi pasar Bitcoin dengan keseluruhan kapitalisasi pasar crypto. Adapun, kapitalisasi pasar crypto adalah total keseluruhan token yang ada di pasar crypto. BTC dominance merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur dominasi Bitcoin di pasar crypto terhadap altcoins.

Tampilan indeks BTC Dominance
Sumber: CoinGecko

Mengapa mengetahui BTC dominance menjadi suatu hal yang penting? Hal ini dikarenakan Bitcoin sering dianggap sebagai “raja” pasar crypto, dan dominasinya telah menjadi faktor penting dalam membentuk industri crypto. Indikator ini cukup sering digunakan untuk melacak bagaimana Bitcoin mempengaruhi pasar crypto secara keseluruhan. Semakin tinggi BTC dominance, maka semakin besar pengaruh Bitcoin terhadap pasar crypto. Jika nilai BTC dominance rendah, maka semakin banyak koin alternatif yang mampu bersaing dengan Bitcoin di pasar crypto.

Pelajari lebih lanjut soal perbedaan altcoins, investasi alternatif selain Bitcoin melalui artikel berikut.

Bagaimana Cara Menghitung BTC Dominance?

BTC dominance dihitung dengan cara membagi total kapitalisasi pasar Bitcoin dengan total kapitalisasi pasar crypto secara keseluruhan. Kapitalisasi pasar mengacu pada total nilai cryptocurrency, yang ditentukan dengan mengalikan jumlah total koin atau token yang beredar dengan harga pasar saat ini. Secara sederhana, BTC dominance adalah ukuran dari pangsa pasar Bitcoin dibandingkan dengan seluruh aset crypto lainnya yang digabungkan.

Cara menghitung BTC dominance

Sebagai contoh, saat artikel ini ditulis pada 13 April 2023, kapitalisasi pasar Bitcoin adalah US$ 584,46 miliar. Lalu, kapitalisasi pasar crypto sebesar US$ 1,25 triliun. Jika US$ 584,46 miliar dibagi US$ 1,25 triliun, maka hasilnya adalah 46,76%. Dengan demikian BTC dominance saat ini berada di level 46,76% dibanding keseluruhan kapitalisasi pasar crypto. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Mei 2021 dan telah merangkak naik dari level 38% pada awal Januari lalu.

Mengapa BTC Dominance Bisa Berubah?

Mulanya, dominasi Bitcoin dibanding altcoin bisa sangat tinggi di mana pada periode sebelum 2017, angkanya bisa mencapai 80%, bahkan hingga lebih dari 90%. Namun, perlahan, dominasi Bitcoin memudar. Hal ini tidak terlepas dari semakin populernya altcoin. Semuanya bermula dari momen initial coin investment (ICO) besar-besaran yang terjadi pada 2017. Saat itu, Ethereum dan altcoin lainnya mulai diminati oleh investor dan membuat BTC dominance mengalami penurunan.

Grafik pergerakan indeks BTC dominance
Sumber: CoinGecko

Dari grafik di atas dapat terlihat ketika terjadi ICO besar-besaran dan altcoin dilirik pelaku pasar, BTC dominance turun menjadi 35%. Namun, pada periode bearish 2018, BTC dominance perlahan mulai kembali naik hingga menyentuh level 70%. Hal tersebut juga tidak terlepas dari banyaknya altcoin yang ternyata gagal dan hilang tanpa jejak. Kemudian BTC dominance kembali turun di bawah 50% ketika adanya isu negatif terkait tingkat energi yang diperlukan pada mining Bitcoin dan pelarangan mining Bitcoin di China.

Selain semakin menjamurnya altcoin, pertumbuhan permintaan terhadap stablecoin juga menyumbang penurunan BTC dominance. Stablecoin seperti USDT dan USDC banyak dipilih investor karena stabilitas nilainya. Ketika pasar tengah bearish, investor akan cenderung mengonversi Bitcoin maupun altcoin mereka ke stablecoin untuk melindungi kinerja portofolio. Tak hanya itu, stablecoin juga menawarkan on-ramp dari uang fiat ke bursa crypto yang membuatnya semakin jadi pilihan investor. Dengan banyaknya aliran dana yang masuk ke stablecoin, akhirnya membuat kapitalisasi pasar crypto meningkat sekaligus mengurangi BTC dominance.

Cari tahu lebih lanjut mengenai stablecoin dan perannya dalam industri crypto dalam artikel berikut.

Kegunaan BTC Dominance

Sebagai indikator, berikut ini adalah beberapa kegunaan BTC dominance bagi para investor:

1. Menentukan Altcoin Season

BTC dominance memiliki hubungan yang erat dengan altcoin, keduanya ibarat dua sisi mata uang. Jika BTC dominance sedang tinggi, artinya investor lebih memilih Bitcoin sebagai pilihan aset crypto mereka dan meninggalkan altcoin.

Namun, terkadang ada periode di mana altcoins jadi primadona dan membuat mereka mendominasi kapitalisasi pasar crypto atau yang dikenal dengan istiliah altseasons. Kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi investor untuk mengeksplorasi peluang investasi dari altcoin.

Ketika altseasons terjadi, investor akan cenderung memindahkan portofolio mereka dari BTC ke altcoins. Pada kondisi tersebut, dari sisi kinerja altcoins juga jauh mengungguli kinerja Bitcoin. Bagi kamu yang ingin memanfaatkan momentum altseasons, tanda terjadinya altseason adalah ketika indeks BTC dominance menguat, namun tren harga Bitcoin justru turun.

2. Menentukan Tren Harga

BTC dominance juga bisa digunakan oleh para investor untuk membantu mengambil keputusan investasi. Hal ini dikarenakan BTC dominance bisa menyajikan sinyal untuk melakukan aksi jual maupun beli. Kamu cukup memahami perbandingan tren antara indeks BTC dominance dengan tren harga Bitcoin. Berikut ini adalah cheat sheet-nya:

Indeks BTC DominanceTren Harga BitcoinSinyal
📈 Bergerak Menguat📈 Bergerak MenguatKemungkinan besar kinerja BTC lebih baik dari altcoins. Sentimen positif cenderung ke Bitcoin. Sinyal untuk beli BTC.
📈 Bergerak Menguat📉 Bergerak TurunKemungkinan besar kinerja altcoins lebih baik dari BTC. Namun, terdapat sentimen negatif ke depan. Sinyal untuk jual altcoins.
📉 Bergerak Turun📈 Bergerak MenguatKemungkinan besar kinerja altcoins lebih baik dari BTC di tengah pasar yang bullish. Sinyal untuk beli altcoins.
📉 Bergerak Turun📉 Bergerak TurunKemungkinan besar kinerja BTC dan altcoin sama-sama buruk. Sinyal untuk menjual BTC. Bagi investor yang lebih risk-averse, bisa menjadi sinyal untuk melakukan buy the dip BTC ketika harga sudah bottoming.

Kekurangan BTC Dominance

Bitcoin dominance memang telah menjadi alat analisis yang umum digunakan ketika berinvestasi crypto. Namun, indikator ini tetap mendapati kritik terkait tingkat reliabilitasnya. Berikut ini adalah beberapa kritik terhadap indeks BTC dominance:

  • Tidak mempertimbangkan pertumbuhan stablecoin. Terkadang BTC dominance menyusut ketika investor memindahkan dana mereka ke stablecoin secara besar-besaran. Walaupun sebenarnya stablecoin masuk ke kategori altcoins, tapi tidak ada ekspektasi bahwa nilai tokennya akan berubah. Untuk melihat hubungan Bitcoin dengan altcoin yang spekulatif, sebaiknya menghitung BTC dominance tanpa melibatkan stablecoins.
  • Tidak menghitung proyek yang bersifat scam. Setiap ada token baru yang listing ke pasar crypto, hal tersebut akan memengaruhi total kapitalisasi pasar. Padahal, beberapa token baru dibuat hanya sebatas untuk scam, rugpulls, atau pump&dump. Walau demkian, kehadiran mereka tetap menjadi perhitungan dan bisa memengaruhi persentase BTC dominance.
  • Tidak menghitung Bitcoin yang telah hilang. Saat ini tidak diketahui secara pasti berapa banyak jumlah Bitcoin yang tersangkut di alamat dompet yang tidak bisa ditarik. Namun, banyak yang memperkirakan setidaknya 20% dari pasokan BTC sudah “hilang” dan tidak bisa dipulihkan.

Baca juga 6 rekomendasi web analisis crypto yang bisa mempertajam riset dan membantu dalam menentukan strategi investasi.

Kesimpulan

Dengan semakin tumbuhnya altcoins, dominasi Bitcoin di pasar crypto bisa jadi akan terus turun. Bahkan, terdapat juga kritik yang menyebut pasar altcoin sudah terlalu besar sehingga mengambil data dari BTC dominance menjadi kurang relevan. Hanya saja, selama Bitcoin tetap menjadi “raja” dari aset crypto maka masih akan besar pengaruhnya terhadap industri crypto. Dengan demikian BTC dominance masih akan tetap relevan bagi para pelaku pasar.

Sebagai alat bantu, BTC dominance bisa mempermudah investor dalam membaca tren yang terjadi di pasar. Alhasil, BTC dominance dapat digunakan untuk membantu menentukan strategi investasi. Hanya saja perlu diingat bahwa indikator ini tidak dapat menjamin pergerakan ke depan. Oleh karena itu, akan jauh lebih baik jika investor mengombinakasikannya dengan berbagai indikator lainnya.

Beli Aset Crypto di Pintu

Tertarik berinvestasi pada aset crypto? Tenang saja, kamu bisa membeli berbagai aset crypto seperti BTC, ETH, SOL, dan yang lainnya tanpa harus khawatir adanya penipuan melalui Pintu. Selain itu, semua aset crypto yang ada di Pintu sudah melewati proses penilaian yang ketat dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Aplikasi Pintu juga kompatibel dengan berbagai macam dompet digital populer seperti Metamask untuk memudahkan transaksimu. Ayo download aplikasi Pintu di Play Store dan App Store! Keamananmu terjamin karena Pintu diregulasi dan diawasi oleh Bappebti dan Kominfo.

Selain melakukan transaksi, di aplikasi Pintu, kamu juga bisa belajar crypto lebih lanjut melalui berbagai artikel Pintu Academy yang diperbarui setiap minggunya! Semua artikel Pintu Akademi dibuat untuk tujuan edukasi dan pengetahuan, bukan sebagai saran finansial.

Referensi

Adam Morgan, Bitcoin Dominance Jumps to Its Highest Point in Almost Two Years. The Block, diakses pada 13 April 2023.

Josiah Makori, What Is BTC Dominance and Is It Declining? Coin Gecko, diakses pada 13 April 2023.

Temitope Olatunji, What Is BTC Dominance? How To Use it in Your Crypto Trades, Make Use Of, diakses pada 13 April 2023.

World Coin, BTC Dominance: Why It Matters, diakses pada 13 April 2023.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *