Kategori
Altcoins Pemula

Apa itu Litecoin (LTC)?

Reading Time: 5 minutes

Sebagai ‘perak digital’, Litecoin telah menarik perhatian banyak investor dan penggemar crypto sebagai alternatif yang menarik bagi Bitcoin. Dengan halving Litecoin yang dijadwalkan pada Agustus 2023, sedangkan halving Bitcoin dijadwalkan pada tahun 2024, Litecoin semakin menjadi sorotan. Lalu, apa itu Litecoin (LTC)? dan bagaimana perbedaannya dengan Bitcoin? Yuk, baca artikel berikut!

Ringkasan Artikel

  • 🪙 Litecoin (LTC) adalah aset crypto yang dibuat sebagai alternatif dari Bitcoin dan dirancang untuk memfasilitasi pembayaran yang aman, cepat, dan murah.
  • 🪶 Diciptakan pada tahun 2011, Litcoin menjadi salah satu altcoin tertua yang pernah ada di pasar crypto. Charlie Lee, founder Litecoin, menciptakan Litecoin sebagai versi ringan (lite) dari Bitcoin untuk menjadi alat pembayaran digital.
  • 👐 Litecoin dibuat dengan kode open-source Bitcoin, namun dengan beberapa modifikasi, seperti algoritma konsensus, waktu pemblokiran, dan jumlah pasokan maksimal.
  • 4️⃣ Dilansir dari Watcher Guru, Litecoin akan melakukan halving pada Agustus 2023. Mekanisme halving Litecoin mirip dengan mekanisme halving Bitcoin. Litecoin mengalami halving setiap 840.000 blok, atau sekitar setiap empat tahun sekali.

Apa itu Litecoin (LTC)?

Pada artikel ini kita akan membahas tentang apa itu Litecoin (LTC). Litecoin adalah aset crypto yang dibuat sebagai alternatif dari Bitcoin dan dirancang untuk memfasilitasi pembayaran yang aman, cepat dan murah. Tujuan utama Litecoin adalah untuk meningkatkan sistem Bitcoin yang memiliki beberapa keterbatasan. Litecoin menawarkan alternatif sistem pembayaran yang lebih cepat dan efisien dari Bitcoin.

Litecoin tidak bertujuan untuk menggantikan Bitcoin, tetapi untuk melengkapi dengan memberikan nilai tambahan dalam ekosistem mata uang crypto. Oleh karena itu, saat kemunculannya, komunitas crypto menyebutnya sebagai ‘perak digital’ yang membuat Litecoin menjadi salah satu koin dengan nilai tertinggi dan masuk dalam lima besar crypto untuk waktu yang lama.

Aset crypto ini dibuat dengan kode open-source Bitcoin, namun dengan beberapa modifikasi. Litecoin menawarkan beberapa perbedaan dalam algoritma konsensus, waktu pemblokiran, dan jumlah maksimal yang dapat menarik pengguna yang mencari pengalaman transaksi yang berbeda.

Litcoin menjadi salah satu altcoin tertua yang pernah ada di pasar crypto. Charlie Lee, founder Litecoin, menciptakan Litecoin sebagai versi ringan (lite) dari Bitcoin untuk menjadi alat pembayaran digital pada tahun 2011.

Baca juga Mengenal Bitcoin: Definisi dan Cara Kerjanya.

Siapa Pembuat Litecoin (LTC)?

Pada tanggal 9 Oktober 2011, Charlie Lee, founder Litecoin, secara resmi mengumumkan peluncuran Litecoin, melalui platform bitcointalk.org. Tiga hari setelahnya, blok genesis Litecoin ditambang, dan dengan demikian Litecoin (LTC) secara resmi memasuki dunia crypto.

Charlie Lee memperoleh gelar sarjana dan master dalam bidang Ilmu Komputer di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Ia membuat Litecoin (LTC) ketika ia masih bekerja sebagai Software Engineer di Google. Pada tahun 2013, ia bergabung dengan Coinbase menempati posisi sebagai Engineering Manager dan kemudian menjadi Director of Engineering. Saat ini, ia fokus menjadi Director pada Litecoin Foundation.

Litecoin Foundation adalah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk memajukan, mendukung, dan mempromosikan ekosistem Litecoin. Mereka bekerja untuk memperluas adopsi Litecoin, mendukung pengembangan teknologi terkait, dan memperkuat komunitas Litecoin melalui berbagai inisiatif dan kegiatan.

Cara Kerja Litecoin

Sumber: Exmo

Litecoin menggunakan mekanisme konsensus proof-of-work (PoW) seperti Bitcoin. Tetapi, Litecoin tidak menggunakan algoritma SHA-26 seperti Bitcoin, melainkan algoritma Scrypt. Sebagai alat pembayaran digital, Litecoin secara umum memiliki kesamaan dengan cara kerja Bitcoin, yakni sebagai berikut:

  1. Struktur Blockchain: Litecoin memiliki struktur blockchain yang terdiri dari serangkaian blok yang berisi transaksi. Setiap blok berisi sejumlah transaksi yang telah diverifikasi dan diotentikasi oleh jaringan.
  2. Verifikasi Transaksi: Setiap transaksi Litecoin dikirim ke jaringan dan diverifikasi oleh penambang. Penambang mengumpulkan transaksi menjadi blok dan memverifikasinya dengan menggunakan metode matematis yang kompleks.
  3. Konsensus dan Penambangan: Litecoin menggunakan algoritma konsensus Proof-of-Work (PoW) yang disebut Scrypt. Penambang menggunakan daya komputasi mereka untuk memecahkan teka-teki matematis yang rumit dan menciptakan blok baru. Penambang yang berhasil memecahkan teka-teki tersebut berhak untuk menambahkan blok baru ke blockchain dan mendapatkan imbalan berupa Litecoin baru.
  4. Keamanan dan Desentralisasi: Dalam jaringan Litecoin, setiap blok dihubungkan dengan blok sebelumnya secara kronologis, membentuk rantai yang tidak dapat diubah. Hal ini menjaga integritas data dan mencegah perubahan atau pemalsuan transaksi sebelumnya. Selain itu, desentralisasi jaringan Litecoin berarti tidak ada otoritas tunggal yang mengendalikan atau memanipulasi transaksi.
  5. Waktu Pemblokiran: Litecoin memiliki waktu pemblokiran yang lebih cepat dibandingkan dengan Bitcoin. Setiap blok baru ditambang sekitar setiap 2.5 menit. Kecepatan ini memungkinkan konfirmasi transaksi yang lebih cepat dan mempercepat proses transaksi dalam jaringan.
  6. Imbalan Penambang: Selain imbalan blok baru yang diberikan kepada penambang yang berhasil memecahkan teka-teki, Litecoin juga menggunakan biaya transaksi sebagai insentif bagi penambang. Biaya transaksi ini diberikan oleh pengirim transaksi sebagai imbalan atas verifikasi dan pemrosesan transaksi mereka.

Selain mekanisme konsensus proof-of-work (PoW), kamu bisa pelajari juga tentang proof-of-stake (PoS) di sini.

Litecoin vs. Bitcoin

Sumber: Litewallet

Perbedaan Litecoin dan Bitcoin terletak pada beberapa aspek di antaranya adalah dalam hal algoritma konsensus. Litecoin menggunakan algoritma konsensus Scrypt, sedangkan Bitcoin menggunakan algoritma SHA-256. Algoritma Scrypt dirancang untuk mengurangi keunggulan penambang dengan perangkat keras khusus (ASIC) dan memungkinkan penambangan dengan CPU dan GPU biasa. Sementara itu, algoritma SHA-256 yang digunakan oleh Bitcoin lebih cocok untuk penambangan dengan perangkat keras khusus, seperti ASIC.

Selain itu, Litecoin menghasilkan blok baru setiap sekitar 2.5 menit, sedangkan Bitcoin membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Kecepatan ini memungkinkan konfirmasi transaksi Litecoin yang lebih cepat dan mempercepat proses transaksi dalam jaringan.

Kemudian dalam hal pasokan maksimal koin, Litecoin memiliki jumlah maksimal 84 juta LTC, sedangkan Bitcoin memiliki 21 juta BTC. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan dalam strategi pasokan dan pengeluaran mata uang crypto.

Litecoin memiliki kapabilitas untuk digunakan dalam transaksi internasional dengan biaya yang rendah dan kecepatan yang cepat. Meskipun Litecoin tidak sepopuler Bitcoin dalam hal adopsi dan penggunaan, Litecoin telah diterima oleh berbagai bisnis dan merchant sebagai metode pembayaran, seperti SlingTV, Newegg, Twitch, dan lain-lain.

Litecoin Halving

Dilansir dari Watcher Guru, Litecoin akan melakukan halving pada Agustus 2023. Mekanisme halving Litecoin mirip dengan mekanisme halving Bitcoin, di mana jumlah hadiah blok yang diberikan kepada penambang dibagi dua setiap empat tahun.

Litecoin mengalami halving setiap 840.000 blok, atau sekitar setiap empat tahun. Pada awalnya, imbalan blok untuk penambang adalah 50 LTC, dan setiap kali halving terjadi, jumlah imbalan tersebut dibagi dua. Pada halving kedua yang terjadi pada Agustus 2019, imbalan blok menjadi 12.5 LTC. Artinya, halving tahun ini imbalan blok menjadi 6.25 LTC.

Dengan adanya halving, laju inflasi Litecoin menurun secara signifikan. Dalam setiap periode halving, jumlah koin baru yang ditambang dalam blok baru berkurang, mengarah pada pengetatan pasokan. Ini berkontribusi pada sifat deflasi potensial Litecoin, di mana pasokan relatif terbatas sementara permintaan terus meningkat.

Baca juga Apa itu Bitcoin Halving?

Cara Membeli Aset Crypto LTC di Pintu

Setelah mengetahui apa itu Litecoin (LTC), kamu bisa mulai berinvestasi pada aset crypto LTC dengan membelinya di aplikasi Pintu. Berikut cara membeli LTC pada aplikasi Pintu:

  1. Buat akun Pintu dan ikuti proses verifikasi identitasmu untuk mulai trading.
  2. Pada homepage, klik tombol deposit dan isi saldo Pintu menggunakan metode pembayaran pilihanmu.
  3. Buka halaman market dan cari LTC.
  4. Klik beli dan isi nominal yang kamu mau.
  5. Sekarang kamu sudah mempunyai aset crypto LTC!

Selain LTC, kamu juga bisa berinvestasi pada aset crypto lainnya seperti BTC, BNB, ETH, dan yang lainnya tanpa harus khawatir adanya penipuan melalui Pintu. Selain itu, semua aset crypto yang ada di Pintu sudah melewati proses penilaian yang ketat dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Aplikasi Pintu kompatibel dengan berbagai macam dompet digital populer seperti Metamask untuk memudahkan transaksimu. Ayo download aplikasi cryptocurrency Pintu di Play Store dan App Store! Keamananmu terjamin karena Pintu diregulasi dan diawasi oleh Bappebti dan Kominfo.

Selain melakukan transaksi, di aplikasi Pintu, kamu juga bisa belajar crypto lebih lanjut melalui berbagai artikel Pintu Academy yang diperbarui setiap minggunya! Semua artikel Pintu Akademi dibuat untuk tujuan edukasi dan pengetahuan, bukan sebagai saran finansial.

Referensi

  1. Litecoin Team, What is Litecoin? Litecoin, diakses 22 Mei 2023.
  2. Greg Mcfarlane, Litecoin (LTC): What It Is, How It Works, Vs. Bitcoin, Investopedia, diakses 22 Mei 2023.
  3. Werner Vermaak, What Is Litecoin? Coinmarketcap, diakses 22 Mei 2023.
  4. Paigambar Mohan Raj, Litecoin: What to Expect from LTC Halving in 2023? Watcher Guru, diakses 23 Mei 2023.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *